Inspiration

Catatan Retret Imam: Dahsyatnya Ketaatan Iman Bapa Abraham!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Ini adalah catatan reflektif pertama terkait dengan sosok Bapa Abraham berdasarkan Ibrani 11:8-11. Malam menjelang tidur (Senin, 15/10/2018); sesudah Adorasi bersama dan Doa pribadi di Kapel RR Gedanganak, saya membaca dan merenungkan teks ini.

Referensi pihak ketiga

Kesaksian penulis Surat Ibrani luar biasa istimewa. Dengan sangat bagus, penulis Surat Ibrani bersaksi. Mari kita baca sejenak.

“Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah. Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia. Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya. Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air. Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka. Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, walaupun kepadanya telah dikatakan: ‘Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu.’ Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali. (Ibrani 11:8-19)

Hal pokok yang kupetik dari iman Abraham adalah ketaatan. Ketaatan selalu tidak mudah namun akan membawa berkah bukan hanya bagi diri pribadi orang yang taat melainkan juga bagi orang lain. 

Menurutku, persis di sinilah pengalaman Bapa Abraham sebagai Mistikus Horisontal terjadi. Ia taat bahkan taat total kepada Allah. Dalam setiap kesulitan dan cobaan yang bahkan tak bisa dinalar dengan akal, Bapa Abraham taat.

Sanggupkah aku bersikap taat seperti yang telah diteladankan Bapa Abraham? Manakah buah-buah ketaatanku bagi umat dan masyarakat? 

Dua pertanyaan itulah yang tiba-tiba justru menggema dalam jiwaku selama merenungkan dan memeditasikan bahan doa itu. Ketaatan itu kadang terasa tidak enak untuk dihayati. Namun nyatanya, ketaatan seperti yang dihayati Bapa Abraham berbuah manis dalam kehidupan. Ketaatan adalah buah dari relasi penuh iman dan cinta kepada Tuhan Allah sendiri. Karenanya, yang tampaknya mustahil pun menjadi sangat mungkin dihayati. Buahnya adalah kebahagiaan. 

Ya Tuhan Allahku, anugerahilah daku ketaatan iman seperti Bapa Abraham. Semoga ketaatanku dalam iman, harapan dan kasih kepadaMu menjadi berkat bagi umat dan masyarakat yang kulayani di mana pun berada, kini dan selamanya. Amin.

Demikian Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih catatan yang bisa kubagikan. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Ibrani 11:8-19

RR Gedanganak, 15/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3910237404923903?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.