Inspiration

Kalau Tuhan Yang Harus Lebih Besar dan Utama, Mengapa Kita Yang Meyombongkan Diri?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Ini adalah refleksi tentang sosok Yohanes Pembaptis, salah satu tokoh Mistikus Horisontal yang kami renungkan dalam retret imamat kami (Kamis, 18/10/2018). Yohanes adalah sang penunjuk jalan yang motto hidupnya kelas menohok siapa saja yang hobi menyombongkan diri.

Referensi pihak ketiga

Dia bilang: Biarlah Dia menjadi lebih dan semakin besar, tetapi aku semakin kecil (Yohanes 3:30). Motto itu tak hanya hebat tentang kerendahan hati melainkan juga tentang kesadaran diri sebagai seorang utusan dan penunjuk jalan. Biarlah Tuhan yang semakin dimuliakan! Ad maiorem Dei gloriam! Semua hanya demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar semata. Aku hanyalah hamba yang tak berguna!

Referensi pihak ketiga

Pesan Yohanes Pembaptis jelas. Pertobatan. Bertobat berarti mengakui diri rapuh lalu membiarkan Tuhan menjadi Sang Penyembuh atas keadaanku yang rapuh. Pertobatan adalah proses pembatinan dan perwujudan dalam hidup yang berlaku seumur hidup tanpa henti.

Referensi pihak ketiga

Semoga rahmat pertobatan dan kerendahan hati selalu dianugerahkan Tuhan kepadaku, kepadamu, kepada kita. Bertobat juga berarti tidak menyombongkan diri. Biarlah kebesaran hanya selalu ada pada Tuhan semata dengan segala kerahimanNya.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber: refleksi pribadi

RR Gedanganak 18/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3325882339659777?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.