Inspiration

Kerendahan Hati Yohanes Pembaptis: Aku Bukan Mesias!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Dalam sejarah iman Kristiani, Yohanes Pembaptis memiliki peran dan karakter yang istimewa. Ia menghubungkan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ayah dan Ibunya adalah tokoh Perjanjian Lama sementara dia sendiri mengalami perjumpaan dengan Yesus Kristus yang menjadi kunci Perjanjian Baru. Bahkan, Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan bagi karya perutusan Yesus Kristus.

Referensi pihak ketiga

Itulah yang bisa direnungkan dan dirangkum dari teks yang kubaca dan kurenungkan pagi ini (Kamis, 18/10/2018). Inilah teks selengkapnya.

“Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?” Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias.” Lalu mereka bertanya kepadanya: “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Dan ia menjawab: “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Dan ia menjawab: “Bukan!” Maka kata mereka kepadanya: “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” Jawabnya: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! Seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.” Mereka bertanya kepadanya, katanya: “Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Yohanes menjawab mereka, katanya: “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasutNyapun aku tidak layak.” Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.” (Yoh 1:19-23,25-28)

Referensi pihak ketiga

Dengan tegas, Yohanes Pembaptis mengatakan: Aku bukan Mesias! Aku hanyalah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! Seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya. Bahkan, terhadap Sang Mesias sejati yakni Yesus, Yohanes Pembaptis bersaksi: Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasutNyapun aku tidak layak.

Referensi pihak ketiga

Itulah karakter Yohanes Pembaptis. Ia rendah hati. Ia mewartakan jalan, kebenaran dan hidup yakni Yesus Kristus. Karena itu, Yohanes Pembaptis layak disebut Mistikus Horisontal. Ia mewartakan kepada orang sejamannya agar bertobat dan menyambut Kristus, Sang Mesias. Maka dengan rendah hati Yohanes bilang: Aku bukan Mesias!

Saat ini pun, kota membutuhkan pemimpin yang rendah hati. Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Yohanes 1:19-28

RR Gedanganak 18/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/84876565145397?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.