Inspiration

Ketika Si Pecundang Ditetapkan Sebagai Batukarang! Belajar dari Simon Petrus

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Sejak hari keempat Kamis sore-malam retret imamat kami Mistikus Horisontal hingga hari kelima (Jumat, 19/10/2018) pagi, kami diajak oleh Romo L. Priyo Poedjiono SJ untuk merenungkan sosok Simon Petrus. Dialah si pecundang yang ditetapkan sebagai Batu Karang dalam tradisi Kristiani, khususnya Katolik. Bagaimana prosesnya?

Referensi pihak ketiga

Nama aslinya Simon. Seorang nelayan di Galilea. Lalu Yesus memanggilnya menjadi salah satu dari dua belas muridNya yang disebut rasul (apostle). Dan namanya diubah Yesus menjadi Petrus. Maka Simon Petrus adalah dua nama satu pribadi. Simon menunjuk pada sisi pribadi dengan segala kelemahan dan kerapuhannya secara manusiawi. Sedangkan Petrus adalah nama panggilan dari Yesus yang menunjuk pada aspek rohani dan ilahinya.

Ada banyak peristiwa jatuh bangun prosesnya Simon menjadi Petrus, dari si pecundang menjadi batu karang. Salah satu contohnya ini. Suatu hari, Yesus meminta Simon sang nelayan ulung itu menebarkan jalanya ke tengah danau untuk menangkap ikan. Padahal sudah sepanjang malam ia mencoba menangkap ikan namun hasilnya nol. Nah, pagi hari, tiba-tiba Yesus muncul dan menyuruh Simon menebarkan jalanya ke kanan. Simon sempat protes tapi lalu taat. Hasilnya, seketika itu juga ia berhasil menangkap ikan dalam jumlah yang banyak. Simon pun sujud taat padaNya sadar sebagai insan berdosa. Namun Yesus meneguhkannya.

Referensi pihak ketiga

Kali lain, Yesus menjumpai Simon di tengah danau. Yesus berjalan di atas air. Lalu Simon menantang Yesus katanya, “Jikalau itu Engkau, suruhlah aku juga berjalan di atas air sepertiMu!” Yesus membiarkannya melakukannya. Nyaris berhasil tapi lalu Simon ragu dan tenggelam. Nelayan itu nyaris tenggelam seperti ikan! Seketika Yesus menolongnya.

Berkali-kali Simon gagal. Bahkan menjadi pengkhianat. Namun ia juga belajar taat. Itulah sebabnya, suatu hari Yesus memanggilnya Petrus. Petrus berarti wadas atau batu karang. Ia ditetapkan sebagai batu karang dasar bagi JemaatNya!

Referensi pihak ketiga

Itulah sebabnya, si pecundang itu ditetapkan menjadi batu karang. Itu semua melulu karena kerahimanNya. Jatuh bangun hidupnya dipakai oleh Tuhan untuk membentuk karakter pribadinya yang kokoh dan tangguh sebagai landasan bangunan rohani GerejaNya hingga ribuan tahun sampai hari ini dan selamanya.

Itulah sisi indah kasih Tuhan dalam diri Simon Petrus. Kerahiman Tuhan tak pernah terkaburkan oleh pengkhianatan insan yang rentan. Justru kasih kerahimanNya kian berlimpah di saat kita sangat lemah!

Itulah yang kupetik, satu sisi dari permenunganku tentang Simon Petrus, si pecundang yang ditetapkan sebagai batu karang. Belajar dari pengalaman itu tak ada rasa lain kecuali syukur dan syukur atas kasih kerahiman Tuhan yang dilimpahkan kepada siapa saja yang mengandalkanNya.

Demikian. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Lukas 5:5-10

RR Gedanganak 19/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1525200922222109?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.