Inspiration

Makna Filosofi Dekorasi Berbahan Serba Bambu dalam Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda

Sahabat Peradaban Kasih yangterkasih. Ada yang unik dalam Puncak Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Lintas Agama Se-Keuskupan Agung Semarang (KAS), 26-28 Oktober 2018, dari sisi dekorasi. Semua bahan dekorasi terbuat dari bahan bambu. Apa maknanya?

Referensi pihak ketiga

Dari pengalaman saya sebagai orang desa yang memiliki pagar bambu di rumah di masa kecil; saya beroleh pemahaman tentang bambu yang luar biasa istimewa. Inilah makna filosofi bambu dalam permenungan dan refleksi pribadi secara spontan.

Bambu itu lambang keberagaman. Ada bermacam-macam jenis bambu. Ada bambu Apus. Ada bambu Ori. Ada bambu Petung. Itu nama-nama bambu yang saya kenal sejak masa kecilku dan tumbuh di desaku.

Referensi pihak ketiga

Kalau kita mengamati bambu, bambu tak pernah hidup sendirian. Apa pun jenis dan namanya, bambu selalu hidup dalam rumpun. Maka ada istilah rumpun bambu. Rumpun bambu itu laksana keluarga yang rukun dalam keberagaman. Yang pendek dan yang panjang, yang besar dan yang kecil, yang bengkok dan yang lurus, semua hidup bersama dengan damai dan rukun. Kadang terjadi gesekan ketika ditiup angin. Namun gesekannya justru menghasilkan bunyi dan nada alami yang indah!

Bambu pun memiliki fungsi yang beragam. Ia bisa jadi bahan untuk bikin gedhek. Bisa untuk pagar. Bisa untuk bikin caping. Bisa untuk bikin cikrak. Apa saja yang terbuat dari bambu menjadi indah dan bermanfaat bagi kehidupan.

Referensi pihak ketiga

Bambu ternyata bisa untuk bahan dekorasi. Menjadi laksana bunga, binatang, lampu; dan bermacam-macam sesuka hati seniman membentuknya. Termasuk menjadi bahan dekorasi Puncak Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Lintas Agama yang kami selenggarakan.

Terima kasih para seniman yang menggunakan bambu untuk bahan dekorasi yang bagus, indah dan menawan. Apalagi, ternyata makna folosofi bambu sangat mendalam meski tampaknya remeh dan biasa.

Terima kasih bahwa saya boleh merenungkan dan merefleksikan makna bambu secara spontan. Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber: refleksi pengalaman dan pengamatan pribadi penulis.

UTC Semarang, 25/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2985972447869456?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.