Inspiration

Retret Imamat Mistikus Horiaontal (1)

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Mulai hari Senin (15/10/2018) pukul 17.30 WIB, saya menjalani retret bersama 41 imam/romo/pastor di Rumah Retret Gedanganak, Ungaran. Retret diarahkan dan didampingi oleh L. Priyo Pujiyono SJ, seorang imam yang sudah berlimpah pengalaman rohani mendampingi para calon imam dan imam. Tak hanya tingkat lokal tetapi juga nasional dan regional Asia. Ini adalah catatan reflektif hari pertama retret tersebut. Kuhayati semangat berbagi dengan murah hati melalui catatan reflektif ini. Semoga bermanfaat.

Referensi pihak ketiga

Retret diawali dengan pengantar. Tema retret adalah “Mistikus Horisontal”. Titik berangkatnya dimulai dengan belajar pada pengalaman Paus Fransiskus yang memiliki “penanda rohani” sebagai pengalaman mistik, yakni relasinya dengan seorang imam dan bapa pengakuan dari Buenos Aires, Argentina. Paus Fransiskus masih selalu membawa salib sebagai penanda rohani yang diambilnya dari tangan jenazah seorang imam dan bapa pengakuan di Buenos Aires yang wafat dalam usia 90-an tahun. Salib itu menjadi penanda rohani setiap kali Paus Fransiskus hendak berprasangka buruk pada siapa pun! Salib itu menjadi penanda mistik horisontal bagi sesama.

Dengan contoh itu, kami diajak masuk dalam keheningan retret demi menemukan dan melaksanakan kehendak Tuhan dalam kehidupan. Melakukan dan menghayati perutusan sebagai imam dalam semangat mistik horisontal menjadi salah satu tujuan retret ini.

Tujuan itu hanya bisa dicapai bila kita masuk pada kedalaman rohani yakni membangun relasi intensif dengan Tuhan dan mengalami perjumpaan dengan Tuhan dalam doa yang mendalam. Doa bukan hanya soal bicara pada Tuhan melainkan membiarkan Tuhan berbicara pada kita dan terjadilah saling mendengarkan antara aku dan Tuhan serta Tuhan dan aku. Biarlah Tuhan sendiri yang menjadi pembimbing utama retret ini dalam keheningan yang suci.

Referensi pihak ketiga

Dinamika doa ditandai oleh tujuh T. T pertama adalah Tuhan. Selanjutnya adalah Teks Kitab Suci/Ajaran Gereja, Tubuh yang berdoa dengan segenap jiwa raga dan hati, Tempat yang tenang, Tempo atau waktu yang leluasa, Tekun dalam iman harapan dan cinta serta Tindakan untuk selalu berserah kepada Tuhan dan melaksanakan kehendakNya.

Karenanya, perlu ditopang dengan sikap batin yang benar. Pertama-tama adalah kerinduan yang.berkobar untuk berjumpa dengan Tuhan Allah. Kedua, sikap berjiwa besar untuk taat kepadaNya namun tetap rileks dan tak perlu tegang. Ketiga, rela berkorban dan bermatiraga demi mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Keempat, bersikap murah hati seperti Tuhan bermurah hati. Akhirnya, bersikap tabah menghadapi setiap godaan yang berupa kelekatan. Semua itu dihayati dalam keheningan yang suci dan kesabaran dalam berdoa.

Referensi pihak ketiga

Itulah beberapa hal yang kutangkap dalam pengantar sebagaimana disampaikan oleh Romo L. Priyo Pujiyono SJ. Kurang dan lebihnya mohon dimaafkan ya. Para Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih kubawa dalam doa selama hari-hari retret hingga Jumat (19/10/2018) mendatang.

Pada bagian pengantar, Romo Priyo SJ juga menerangkan pengalaman mistikus horisontal dari Perjanjian Lama, yakni Bapa Abraham. Pergumulan iman, harapan dan kasihnya kepada Tuhan Allah sangat luar biasa. Pengalaman Bapa Abraham memberi inspirasi kepada banyak orang untuk menghayati ketaatan iman dan penyerahan mendalam kepada Tuhan. Ketaatan itu berbuah bagi kehidupan sesama. Nyatanya, hingga hari ini, Bapa Abraham menjadi acuan spiritual Abrahamic religions atau sering disebut agama samawi, yakni Yudaisme, Kristianitas dan Islam. Itu terjadi justru karena Bapa Abraham telah mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan Allah. Maka, Bapa Abraham layak disebut sebagai Mistikus Horisontal. Pertanyaan reflektifnya: Apakah yang telah dan sedang aku persembahkan kepada Tuhan Allah melalui karya dan hidupku?

Catatan yang kutulis ini menjadi penanda bagi diriku sendiri dan kubagikan di sini dalam semangat kemurahan hati dengan harapan bisa bermanfaat pula bagi Sahabat Peradaban Kasih di mana pun berada. Semoga bermanfaat ya. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan konferensi L. Priyo Pujiyono SJ

RR Gedanganak, 15/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2601248349619583?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.