Inspiration

Refleksi Srawung, Ketika Tiba-Tiba Saya Mendapat Hadiah dari Seorang Peserta!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Ketika selama tiga hari menyertai Puncak Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Lintas Agama se-Keuskupan Agung Semarang (206-28/10/2018), tiba-tiba seorang peserta memberikan hadiah kepada saya. Di sela-sela acara itu, seorang pemuda mendekati saya. Sambil tersenyum, ia menyerahkan iket blangkon khas yang dia kenakan kepadaku.

Referensi pihak ketiga

“Ini buat Romo!” Katanya.

“Buat saya?” Sahut saya.

“Iya!” Jawabnya mantab dan ikhlas.

Dengan sukacita, saya menerima iket blangkon motif merah coklat hitam itu dan langsung mengenakannya. Sebelumnya, saya mengenakan pita Merah Putih yang terikat melingkar di kepalaku. Begitu menerima iket blangkon itu, saya langsung memakainya dan pascok. Pas dan cocok. Lalu pita Merah Putih pun kuikatkan pada iket blangkon yang kukenakan itu.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kepada Adit, nama peserta asal nJlegong, Wonogiri itu, saya menghadiahkan sebuah Novel karyaku sendiri, Ada Bintang di Gulita Malam. Adit tampak bersukacita pula. Tak menyangka bahwa ia akan mendapat novel itu.

Begitulah, sejak itu,saya selalu mengenakan iket blangkon itu selama Srawung berlangsung! Adit pun tampak bahagia bahwa hadiahnya – meski bekas yang sudah kupakai.

Referensi pihak ketiga

Semoga Tuhan memberkatimu, Adit. Wartakanlah pengalaman ikut Srawung di mana pun kamu berada dan berkarya demi NKRI dan Pancasila jaya!

Demikian semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan membetkati. Salam peradaban kasih!***

Johart Wurlirang 29/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pengalaman pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3905706891068595?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.