Inspiration

Dahsyat! Sudah Disambut Ramah, Masih Diberi Hidangan Lezat, Bahkan Dibekali Oleh-Oleh Pula

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi dan motivasi keramahtamahan dan ekspresi penghayatan umat Islam yang rahmatan lil alamin. Sudah disambut dengan ramah, masih diberi hidangan lezat dan bahkan dibekali pula oleh-oleh! Itulah pengalaman nyata yang inspiratif untuk direfleksikan dan diwartakan dalam kehidupan kita bersama. Bagaimana kisah inspirasi ini? Mari kita simak.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Siti Rofiah, Sr. Elfrida AK, Nyai Hj Latifah Zoemri, saya, KH Maksum, Sr. Athanasia, dan Lena Sindajanty di depan ruang tamu PPTI Al Falah Salatiga

Hari Senin (10/12/2018), kami (Maria Magdalena Sindajanty dan saya) mengantar Sr. Elfrida AK dan Sr. Athanasia AK sowan ke Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiah Al Falah, Salatiga. Nyai Hj. Latifah Zoemri, Pengasuh Ponpes, dan Mbak Siti Rofiah dan KH Maksum, Kakanda Nyai Hj. Latifah Zoemri menyambut kami dengan ramah. Suatu sambutan yang amat hangat dan penuh persahabatan, dahsyat dan indah!

Sr. Elfrida AK adalah Provinsial (Pimpinan Tertinggi) Biarawati Abdi Kristus (AK) yang berkomunitas di Generalat Gedang Anak Ungaran. Beliau sedang mempersiapkan rangkaian acara outing interreligius untuk Ikatan Biarawati Seluruh Indonesia (IBSI). Dalam rangka persiapan itulah, maka kami mengantar beliau sowan kepada Nyai Hj. Latifah Zoemri di PPTI Al Falah Salatiga. Rencananya, outing interreligius IBSI akan dilaksanakan di PPTI Al Falah Salatiga.

Ternyata, silaturahmi ke PPTI Al Falah kali ini juga menjadi ajang reuni bagi Lena Sindajanty dengan Siti Rofiah yang dalam beberapa kesempatan bekerja sama dalam rangka pembagian takjil dan peduli kaum duafa di bulan Ramadhan. Mereka pun saling melepas rindu dan persahabatan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Siti Rofiah, KH Maksum, saya, Sr. Athanasia AK dan Sr. Elfrida AK di ruang tamu PPTI Al Falah Salatiga

Nyai Latifah menyambut para tamu dengan ramah. Tak hanya hidangan lezat di meja ruang tamu tetapi juga nasi jagung dengan segala lauk pauk yang berlimpah disediakan. Ada telur dan tempe goreng, ada buntil, sambil lombok ijo, sayur bening, bacem gembus dan gudangan. Sungguh berlimpah!

Bahkan, saat para tamu berpamitan pun; Mbak Siti Rofiah sibuk membungkus semua jenis hidangan santap siang itu dan dihadiahkan sebagai oleh-oleh! Tentu saja, semua itu diberikan dengan ikhlas dan diterima pula dengan penuh syukur.

Itulah sebetulnya salah satu sifat dan ciri khas mendiang KH Zoemri yang wafat tiga tahun silam. KH Zoemri sangat menghayati spiritualitas silaturahim kepada siapa saja tanpa diskriminasi. Sifat itu yang terwariskan dan diwarisi oleh Nyai Hj Latifah dan putrinda Siti Rofiah.

Ini bukan isapan jempol tetapi sungguh nyata. Semoga kisah nyata ini memberi inspirasi kepada siapa saja. Kami sudah mengalaminya: Sudah disambut dengan ramah, masih diberi hidangan dan santap siang yang lezat dan bahkan masih dibekali pula oleh-oleh yang menjadi berkah.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Saya berbincang akrab dengan KH Maksum di ruang tamu PPTI Al Falah Salatiga

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam hormat dan doa. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 10/12/2018 

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶.

Sumber: refleksi pengalaman pribadi. Pemotret MM Sindajanty (foto 1 & 2); dan NN Seorang Santriwati Al Falah (foto 1) menggunakan android saya

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/699970472095367?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.