Inspiration

Dihina Sebagai Seorang Pezina, Justru Sang Bayi Yang Bicara Membelanya, Itulah Kesuciannya

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Selalu mengharukan setiap kali membaca kisah Siti Maryam (Santa Maria) dalam perspektif tradisi agama Islam. Satu hal yang unik afalah ini. Dihina sebagai seorang pezina, justru Sang Bayi yang berbicara membelanya. Itulah kesuciannya. Mengapa dan bagaimana? Mari kita baca kisahnya, semoga memberi inspirasi dan motivasi hidup kita menjadi suci meski tak bisa seperti dia.

Referensi pihak ketiga

Siti Maryam disebut sebagai wanita tersuci. Ia terlahir dari seorang ibu bernama Hannah binti Faqudz (saudara ipar Nabi Zakaria). Ayahnya bernama Imran seorang tokoh dari Ulama Bani Israel. Kelahiran Siti Maryam terjadi melalui proses kemujizatan sebab sesungguhnya, Hannah binti Faqudz sudah disebut mandul. Namun akhirnya, Hanna bisa mengandung setelah bernazar kepada Allah. Inilah nazarnya: Bila permohonannya dikabulkan, maka ia akan mempersembahkan anaknya ke Baitul Maqdis untuk menjadi pelayan, penjaga dan memelihara Rumah Suci-Nya.

Ternyata, anaknya lahir perempuan walau sebenarnya Hannah menginginkan seorang putra untuk dihibahkan kepada Baitul Maqdis. Maka ia pun berseru, “Wahai Tuhanku, aku telah melahirkan seorang putri, sedangkan aku bernazar akan menyerahkan seorang putra yang lebih layak menjadi pelayan dan pengurus Baitul Maqdis.” 

Akan tetapi, saat Hannah binti Faqudz membawa Maryam ke Baitul Maqdis, justru banyak ahli ibadah di Baitul Maqdis yang ingin mengasuhnya. Para imam yang berada di Baitul Maqdis pun berebut ingin mengasuh Maryam. Melalui proses yang mereka lakukan, akhirnya Nabi Zakaria berhasil memenangkan perebutan untuk mengasuh Siti Maryam. Karenanya, Maryam pun menjalani hari-harinya di bawah asuhan Nabi Zakaria. 

Referensi pihak ketiga

Siti Maryam tumbuh menjadi gadis yang taat beribadah dan soleha. Dia selalu berdoa kepada Allah agar dilindungi dari hal-hal yang buruk.

Pada suatu hari, Maryam terkejut saat tengah berdoa, dia melihat seorang pria berdiri di hadapannya. Ternyata, ia adalah Malaikat Jibril. Malaikat Jibril pun berkata, “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.”

Jawab Maryam, “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina.”

Melalui Malaikat Jibril, Allah pun berfirman, “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya “Jadilah”, lalu jadilah dia.” (QS Ali Imran, 42-47).

Referensi pihak ketiga

Sejak itulah Maryam mengandung. Orang pertama yang mengetahui kehamilan Maryam yang kian membesar adalah Yusuf bin Ya’kub an-Najjar, seorang ahli ibadah bani Israil. Melihat hal itu Yusuf terkejut sebab Yusuf tahu bahwa Siti Maryam adalah seorang gadis yang soleha, taat ibadah dan sangat menjaga kesuciannya. 

Sejak saat mengandung hingga melahirkan seorang Putra yang diberinya nama Isa Almasih, Maryam menerima banyak hinaan dan tuduhan sebagai pezina karena kehamilannya yang tanpa suami. Meskipun berbagai tuduhan zina datang silih berganti, Maryam tak pernah menjawabnya. Kepada para penuduhnya, Maryam menyuruh mereka bertanya saja kepada Isa Almasih yang digendongnya.

Mereka pun menyahut, “Bagaimana mungkin kami berbicara dengan seorang anak bayi yang baru di lahirkan.” Dan atas kehendak Allah, bayi Isa Almasih tiba-tiba berbicara sebagaimana yang tercantum dalam firman Allah, “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, dia memberiku Al-kitab (Injil) dan dia menjadikan aku seorang Nabi, dan dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku di lahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku di bangkitkan hidup kembali.” (QS Maryam: 30-33).

Referensi pihak ketiga

Demikianlah inspirasi yang kutimba dari ajaran agama Islam tentang Siti Maryam, Ibunda Isa Almasih. Inspirasi ini membuatku kian memahami ajaran Gereja Katolik yang memberi penghormatan kepada Maria sebagai Yang Dikandung Tanpa Noda; yang dirayakan pada tanggal 8 Desember.

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam hormat dan doa. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber

1. https: //www.google.co.id/amp/m.merdeka.com/amp/peristiwa/kisah-maryam-dilahirkan-hingga-punya-anak-tanpa-suami.html

2. https: //www.google.co.id/amp/s/allaboutemzyah.wordpress.com/2012/08/12/sejarah-siti-maryam-alaiha-salaam/amp/

JoharT Wurlirang, 08/13/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1525974096345064?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.