Inspiration

Inspirasi dan Motivasi Demi Peradaban Kasih Melalui Empat Kota dalam Sehari, Bagaimanakah?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Pada hari Senin (3/12/2018) Mas Wahyu dalam koordinasi dengan Mas Munasik dari Narasi TV menjemput saya di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Dalam perjalanan dari Cengkareng menuju studio Narasi TV, Mas Wahyu berkomentar, “Wah, dalam sehari Romo ada di empat kota yang berbeda ya…” Kalimat itu membuat menulis refleksi ini. Dalam sehari, saya mengalami dan mendapatkan inspirasi dan motivasi demi terwujudnya peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaannya. Inilah kisah inspiratif yang saya alami, semoga memotivasi siapa saja. Bagaimanakah?

Referensi pihak ketiga

Senin pagi, saya berangkat dari Semarang menuju Jakarta. Dua kota pertama yang menginspirasi untuk peradaban kasih. Semarang adalah Ibu Kota Jawa Tengah. Di sana juga ada pusat-pusat religiositas, akademik dan intelektual; tetapi juga sosial dan kultural.

Yang menarik adalah bahwa di Semarang ada Keuskupan Agung Semarang (KAS) yang sedang menghayati Rencana Induk KAS (RIKAS) yang berlaku 2016-2035. Cita-cita RIKAS adalah mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaannya. Kiranya RIKAS ini menopang cita-cita bangsa dan negara kita dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika serta berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Semangat itulah yang saya bawa ke Jakarta, saat diundang oleh Shihab & Shihab Narasi TV. Dalam dialog dengan Abi Quraish Shihab dan Najwa Shihab saya pun sampai pada gagasan dan cita-cita itu dalam rangka toleransi, persaudaraan dan peradaban kasih. Sharing di Jakarta dalam fasilitasi oleh Shihab & Shihab itu semoga bermanfaat dan memberi inspirasi bagi semakin banyak orang. Saya bersyukur mendapat kesempatan itu. Terima kasih Abi Quraish, terima kasih Mbak Najwa “Nana” Shihab.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Dari Jakarta, saya terbang ke Jogyakarta. Jogya yang sering disebut sebut kota budaya bahkan menyebut diri sebagai the city of tolerance semoga menginspirasi dan memotivasi terwujudnya peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaannya.

Turun di Jogya, saya langsung dijemput untuk meluncur ke Muntilan demi bergabung dengan Tim Dewan Karya Pastoral (DKP) KAS yang bersama Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko. Sesungguhnya, dari DKP KAS inilah RIKAS 2016-2035 lahir.

Begitulah dalam sehari, dari pagi hingga malam, empat kota Semarang, Jakarta, Jogyakarta dan Muntilan menjadi tempat yang memberi inspirasi dan motivasi demi terwujudnya peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaannya.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Salam hormat dan doa. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan, 04/12/2018 »̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pengalaman pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2016933642358419?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.