Inspiration

Inspirasi Indah di Hari Maulid Nabi Muhammad SAW; Kelahiran Peradaban Kasih, Bagaimanakah?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Di hari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kudapatkan inspirasi dan motivasi untuk suatu peradaban kasih. Dalam pribadi Kanjeng Nabi Muhammad SAW terhadirkan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Itulah yang menurut permenunganku menjadi konteks interreligius peradaban kasih. Mengapa?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr Ucapan Selamat Memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW yang kuunggah di facebook dan tweeter saya

Jawabannya jelas. Agama Islam disebut rahmatan lil alamin. Agama yang menghadirkan rahmat dan damai sejahtera bagi semesta alam. Dari sinilah maka Gereja Katolik melalui Konsili Vatikan II, khususnya Nostra Aetate mengajarkan begini.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Perjumpaanku dengan Habib Luthfi

“Gereja juga menghargai umat Islam, yang menyembah Allah satu-satunya, yang hidup dan berdaulat, penuh belaskasihan dan mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, yang telah bersabda kepada umat manusia. Kaum muslimin berusaha menyerahkan diri dengan segenap hati kepada ketetapan-ketetetapan Allah juga yang bersifat rahasia, seperti dahulu Abraham – iman Islam dengan sukarela mengacu kepadanya – telah menyerahkan diri kepada Allah. Memang mereka tidak mengakui Yesus sebagai Allah, melainkan menghormati-Nya sebagai Nabi. Mereka juga menghormati Maria Bunda-Nya yang tetap perawan, dan pada saat-saat tertentu dengan khidmat berseru kepadanya. Selain itu mereka mendambakan hari pengadilan, bila Allah akan mengganjar semua orang yang telah bangkit. Maka mereka juga menjunjung tinggi kehidupan susila, dan berbakti kepada Allah terutama dalam doa, dengan memberi sedekah dan berpuasa.

Memang benar, disepanjang zaman cukup sering timbul pertikaian dan permusuhan antara umat Kristiani dan kaum Muslimin. Konsili suci mendorong mereka semua, supaya melupakan yang sudah-sudah, dan dengan tulus hati melatih diri untuk saling memahami, dan supaya bersama-sama membela serta mengembangkan keadilan sosial bagi semua orang, nilai-nilai moral maupun perdamaian dan kebebasan.”

(Nostra Aetate artikel 3)

Begitulah Gereja Katolik mengajatkan. Dari ajaran ini dan realitas Agama Islam sebagai rahmatan lil alamin; maka, terbangunlah pengharan untuk mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaan kita.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Perjumpaanku dengan KH Mustofa Bisri (Gus Mus)

Demikian, maka di Hari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kuhaturkan selamat kepada para Sahabatku yang beragama Islam di mana pun berada. Terima kasih. Salam hormat dan doa. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Otw to Wisma Kana Salatiga, 20/11/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Nostra Aetate artikel 3

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3995441556724651?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.