Inspiration

Kisah Sedih Seorang Kakak Terhadap Adik-Adiknya, Sebuah Kesaksian Sederhana!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah kisah sedih seorang kakak yang selalu terbayang adik-adiknya. Ia adalah lelaki sulung enam bersaudara. Ini kisah sedih yang nyata! Maka bisa menjadi kesaksian sederhana dari dirinya.

Referensi pihak ketiga – syukurilah makananmu, ingatlah yang tak bisa makan

Sesudah lulus Sekolah Menengah Pertama, ia diterima di Seminari Menengah Mertoyudan Magelang. Ia berasal dari keluarga pas-pasan bahkan cenderung miskin. Orangtuanya bekerja serabutan tanpa penghasilan tetap. Tanpa gaji tanpa honor tanpa bayaran tetap apalagi rutin entah harian, mingguan atau bulanan; tidak!

Tentu saja, diterima di seminari dan belajar menjadi calon pastor dalam tradisi Gereja Katolik sangatlah membahagiakan. Namun, selama belajar di seminari, hatinya selalu sedih dan berduka setiap kali teringat kelima adiknya. Dan terutama, kisah sedih itu memagut jiwanya di saat makan pagi, siang maupun malam.

Di seminari, ia bisa makan teratur sehari tiga kali bahkan dengan menikmati makanan kecil (snack) minimal sehari sekali bahkan dua kali. Setiap kali makan, ia selalu merasa sedih sebab ia teringat akan adik-adiknya. Ia bertanya dalam hatinya sendiri: Apakah adik-adikku sudah makan seperti aku? Apakah hari ini ada sesuatu yang bisa dimakan dan membuat mereka sehat?

Referensi pihak ketiga – kesedihan kakak….

Nah, itulah yang membuatnya sedih. Saat-saat makan adalah saat-saat yang menyedihkan karena selalu ingat pada adik-adiknya. Namun, ia bisa menyembunyikan kesedihan itu dalam kepasrahan dan doanya. Pasti Tuhan mempunyai cara terbaik untuk mencukupi adik-adiknya melalui kerja keras ayah dan ibunya.

Demi semuanya itu, justru ia selalu mengambil makanan secukupnya dan menghabiskannya. Sebab, ia tak ingin menyisakan satu butir pun nasi apalagi membuang sisa makanan karena itu berarti menghina adik-adiknya. Itulah kesedihan seorang kakak terhadap adik-adiknya. Sederhana namun mendasar sebab menyangkut belarasa terkait dengan kebutuhan pokok akan makanan.

Semoga kisah ini menginspirasi siapa saja untuk mensyukuri setiap rejeki yang ada seraya mendoakan siapa saja yang masih berkekurangan dalam iman, harapan dan kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa yang selalu mencukupkan segalanya tepat pada waktunya!

Referensi pihak ketiga – jangan sisakah makanan…

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semog bermanfaat. Terima kasih. Salam hormat dan doa. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 23/11/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pengalaman pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2954467593845735?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.