Inspiration

Inspirasi Lelaki Pemburu Peradaban Kasih (1)

Referensi pihak ketiga

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah kisah narasi inspirasi tentang seorang lelaki yang berikatpinggangkan pelayanan dan pengabdian untuk siapa saja yang merindukan kerukunan, persaudaraan dan peradaban kasih. Ah, lelaki itu pemburu peradaban kasih. Kisah ini akan menjadi serial naratif entah seberapa panjang atau pendek kisahnya. Kita ikuti saja.

***

Sore belum gelap. Namun lelaki itu berniat istirahat. Kebetulan sore dan hari itu tak ada acara baginya untuk diikuti seperti hari-hari sebelumnya hingga untuk sekedar meletakkan kepalanya di atas bantal pun ia tak sempat. 

Sesekali batuk dalam membuatnya tersentak lalu bangun untuk membuang dahak. Baru sehari ini batuk menyerangnya dan terkadang membuat dadanya berguncang saat batuk menyerang. Sudah lama ia tak terkena penyakit batuk seperti itu yang membuat wajahnya menjadi kusut.

Ia hanya menyeruput air putih hangat untuk mencegah batuk datang. Dioleskan minyak Hak Yau rasa mentol di lidahnya sambil menghirup nafas dalam-dalam lalu dihembuskan pelahan. Begitulah ia membuat terapi aneh di luar kebiasaan orang pada umumnya. Namun itu sudah cukup membuatnya lega. 

Bahkan, tiada terasa ia sudah terlelap dalam tidur meski sore belum berubah menjadi malam. Beberapa jam ia terlelap, tiba-tiba lelaki itu terbangun saat mendengar suara letusan-letusan bersahut-sahutan. Suara letusan itu berasal dari kembang api yang disulut oleh entah siapa saja dan dari mana saja. Namun semuanya sedemikian dekat di telinganya. 

Di penghujung tahun, lelaki berusia di ujung lima puluh tahu itu tidur lebih awal. Selain karena sedang terserang batuk dan pilek, badannya juga lelah secara fisik akibat perjalanan panjang ke berbagai kota yang membuatnya kurang tidur. Boleh dibilang dalam sepekan terakhir menjelang 2018 berakhir, rerata ia hanya tidur barang tiga sampai empat jam saja. Bahkan, malam-malam yang seharusnya untuk rebah melepas lelah, ia masih berkegiatan dalam rangka kerukunan, kebudayaan, persaudaraan dan peradaban. Atau bahkan, ia berada di jalan mengendarai mobil yang disopirinya sendiri.

“Romo nggak capek ta?” Tanya Arbi kepada lelaki itu yang adalah seorang romo pastor dari Gereja Katolik pada suatu hari. Arbi sempat berjumpa dua malam berturut-turut dengan lelaki yang biasa dipanggil Romo itu. Dua perjumpaan terjadi kesemuanya dalam rangka Haul ke-9 Gus Dur, sosok Guru Bangsa dan Bapak Pluralisme yang pernah mendapat amanah menjadi Presiden ke-4 Republik Indonesia. Perjumpaan pun terjadi dua malam berturut-turut di tempat yang berbeda.

Arbi adalah sosok pemuda yang berjiwa puitik. Hobinya pun membuat dan membaca puisi entah puisinya sendiri entah puisinya penyair lain. Diam-diam Romo menyimak dan mengikuti gaya kepuisian pemuda itu dan berharap kelak, Arbi akan menjadi penyair hebat seperti Chairl Anwar si binatang jalang yang ingin hidup seribu tahun dan sudah begitulah!

“Romo nggak capek berkeliling terus dan stir sendiri seperti itu?” Tanya Arbi di rumah dinas seorang Wali Kota sesudah acara Haul Gus Dur malam itu. Kalimat itu terngiang kembali di telinga lelaki itu saat terbangun dari tidurnya akibat suara letusan kembang api sahut-menyahut. Baru kemarin pertanyaan itu dilontarkan kepadanya dan sambil tersenyum kala itu dijawabnya, “Kubawa lari capek ini termasuk bersama luka yang menyertainya!”

Sambil masih terbaring malas dan hanya mau pulas, lelaki itu teringat perjumpaannya dengan Arbi dan dialog singkat itu di antara desing dan desau letusan kembang api di peralihan 2018 ke 2019. Ia juga tak tertarik untuk bangun dan keluar kamar menyaksikan kembang api di bawah sana, yang dari kamarnya tampak jelas bila gordennya dibuka. Alih-alih beranjak dari tempat tidur, ia hanya duduk di atas tempat tidur masih dengan sesekali batuk.

Diiringi suara letusan kembang api dan pendaran-pendaran cahayanya di langit, lelaki itu duduk diam di atas tempat tidurnya. Sambil menghirup nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara pelahan, dilangitkannya rasa syukur atas 2018 yang siap berlalu dan 2019 yang hampir menjelang. Ia bersyukur bahwa peralihan 2018 ke 2019 tak segenting yang diancamkan segelintir orang yang mau menandai pergantian 2018 ke 2019 dengan tagar ganti Presiden. Yah, itu hanyalah tagar biarlah tetap menjadi tagar asal bukan berubah menjadi makar. Toh makin banyak orang cerdas sudah bisa memakai nalar!

Lebih dari segalanya, lelaki itu bersyukur sebab di menjelang akhir 2018 justru banyak hal dialaminya sebagai berkah dalam rangka kerukunan, kebudayaan, persaudaraan dan peradaban keberagaman dalam kesatuan. Rasa syukur itulah yang membuatnya lega meski di sana-sini ada cacat cela yang memalukan yang mestinya tak perlu terjadi dalam rangka kewarasan akal budi negeri yang dinaungi kepak sayap Garuda Pancasila.

Malam peralihan tahun yang indah tak perlu menghadirkan resah dan gelisah. Dan lelaki itu ingin melanjutkan permenungan syukurnya atas peristiwa budaya yang secara khusus dilampauinya dalam tahun yang hampir berakhir. Diiringi sahut-menyahut suara letusan kembang api siapa saja entah di mana saja yang merayakan peralihan 2018 ke 2019, lelaki itu duduk sendiri di atas tempat tidurnya. Ia sendiri namun tak sendirian, sebab ia yakin bahwa ada Dia yang menyertainya. Entah dengan cara apa pun setiap agama menyebut Nama-Nya, di negeri Pancasila, Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa!

Bersama-Nya, lelaki itu sudah berniat meninggalkan 2018 menyambut 2018 dengan bahagia, meski sendiri saja, hanya bersama-Nya! Bersama-Nya, lelalki itu hendak membuka setiap lembar peristiwa sebagai kaledoskop peradaban kasih. Itulah yang akan muncul dalam lembar-lembar kisah selanjutnya…. (bersambung)

JoharT Wurlirang, 1/1/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2760987960745521?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.