Inspiration

Bagaimana Kisah Selanjutnya? Inspirasi Lelaki Pemburu Peradaban Kasih (39)

Sahahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi selanjutnya kisah lelaki pemburu peradaban kasih yang tergoreskan dalam bait-bait kidung peradaban kasih. Lelaki itu terharu membuka kembali lembaran kisahnya di detik-detik peralihan tahun lama menuju tahun baru.

Referensi pihak ketiga

Tergambar jelas ketika lelaki itu larut dalam kegembiraan para peserta yang datang berbondong-bondong dari berbagai kota dan desa di kompleks UTC Semarang, tempat Puncak Srawung diselenggarakan. Ia sendiri rela tidak mendapatkan kamar demi semua yang lain, baik panitia maupun peserta, maka setiap malam ia pulang ke Pastoran dan pagi-pagi benar meluncur menuju lokasi Srawung terjadi.

Di saat para peserta tiba, menyambut wajah-wajah yang lelah sesudah perjalanan panjang menuju Semarang namun mereka tetap sukacita, lelaki itu bergabung dengan kaum muda yang melantunkan tembang-tembang bagi para peserta dengan alunan saksofonnya. Ia hanya ingin berbagi dan bersama orang muda bersukacita dan bergembira dalam keberagaman yang indah!

Sesudah itu, lelaki itu berkeliling menyapa yang bisa disapa dan dia sangat terharu terpesona terpana ketika menyaksikan Tim Komsos KAS yang dikomandani Romo Wito sedemikian gigih menyulap balkon aula UTC menjadi studio untuk mengabadikan seluruh proses rangkaian Srawung. Tak hanya itu, juga buat menyiarkan secara langsung melalui live-streaming yang indah. Itu sudah dikerjakan sejak sehari sebelum acara puncak dimulai. Lelaki itu hanya membantu menghubungkan dan mengkoordinir perjumpaan dengan rekan-rekan jurnalis baik cetak maupun elektronik. Suatu sinergi yang juga dimudahkan oleh Romo Doni yang menyediakan perangkat dan fasilitas koneksi wi-fi dan apa saja yang dibutuhkan agar seluruh proses komunikasi berlangsung lancar memancar!

Tak ada kata lain kecuali dua: wow hebat! Atau, dua kata lain: wow keren! Semua serba tertata rapi dan gesit sehingga segala sesuatunya bisa terpancar dan tersiar melejit! Itulah karya-karya digital di era milenial hingga yang terjadi di dalam satu ruangan dapat terwartakan di seluruh belahan bumi sejauh terkoneksi dalam interaksi dan komunikasi.

Mengenang sisi ini saja, lelaki itu tak habos-habisnya termehek-mehek dalam rasa kagum yang harum. Tak berlebihan bahwa semuanya dikenang dalam senyum yang juga beraroma harum! Harumnya harum tak hanya oleh mawar melati sekuntum melainkan terpadu pula dengan aroma sedap malam dan bunga kanthil yang membuat jiwa para peri menggigil!

Dan semerbak harum itu tak kunjung pudar sebab kuntum-kuntum mawar melati dan sedap malam serta kanthil tak kunjung layu, meski diaroma oleh wajah-wajah kuyu, namun tetap bisa ngguyu. Suatu tawa indah dari hati yang bungah oleh sebab berlimpah berkah dari saat matahari terbenam hingga fajar merekah, dan dari sejak fajar merekah hingga malam kembali tiba menyapu setiap lelah! Lelah dan gundah diubah menjadi hati bungah wajah sumringah meski malam-malam dilewati hingga larut sudah!

Itulah sebait suasana yang bisa dilukiskan dari seluruh rangkaian Puncak Srawung yang memberi rasa agung melintasi ketinggian gunung-gunung. Semua terjadi karena cinta dan oleh cinta serta demi cinta dalam kidung peradaban kasih yang kumandangnya terus bergaung.

Juga malam itu, di peralihan 2018 menuju 2019 saat lelaki pemburu peradaban kasih itu membuka lembar pertama di Puncak Srawung. Belum lagi pada lembar-lembar selanjutnya nanti, di lembar ini pun, hanya keindahan demi keindahan yang bertaburan berpadu dengan bintang gemintang di langit! (bersambung)

JoharT Wurlirang, 4/3/2018

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pengalaman pribadi

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/171093166766658?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.