Inspiration

Beginilah Kisah Iman Yang Mendatangkan Kesembuhan, Bagaimanakah Terjadinya?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Beginilah kisah iman yang nendatangkan kesembuhan. Bagaimanakah terjadinya? Inilah yang dapat direnungkan dari Bacaan Liturgi 11 Februari 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa V, khususnya dari Injil Markus 6:53-56. Bahan ini menarik untuk direnungkan dalam konteks Hari Doa untuk Orang Sakit Sedunia yang ke-27 (11 Februari 2019).

Referensi pihak ketiga

Sejarah Hari Doa untuk Orang Sakit Sedunia bermula pada tanggal 21 Oktober 1992, saat Paus Yohanes Paulus II mengeluarkan surat ajakan kepada umat Kristiani untuk mendoakan dan memperhatikan orang sakit di mana pun berada. Saat itulah, Paus Yohanes Paulus Ii menetapkan tanggal 11 Februari 1993 sebagai Hari Doa untuk Orang Sakit Sedunia yang pertama. Dalam rangka itu, Paus mengajak Umat Kristiani memperhatikan orang-orang sakit akibat wabah, peperangan, penganiayaan, bencana alam, ketidakadilan politik dan penguasa, dan karena sebab-sebab lainnya yang menimbulkan sakit-penyakit dan penderitaan manusia. 

Bukanlah suatu kebetulan bahwa pada Hari Doa untuk Orang Sakit Sedunia, bacaan Injil dari Markus 6:53-56 berkisah tentang mujizat penyembuhan orang sakit. Yesuslah sumber mujizat penyembuhan itu. Beginilah kisah selengkapnya.

“Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada.

Ke mana pun Yesus pergi, – ke desa-desa, ke kota-kota atau ke kampung-kampung -, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.” (Markus 6:53-56).

Lebih dari segalanya, sumber kesembuhan dari segala sakit penyakit adalah iman, harapan dan kasih, apa pun agama dan kepercayaan kita. Sembuh tak hanya berarti terbebaskan dari sakit penyakit tetapi juga daya tahan dan sikap berserah diri dalam iman, harapan dan kasih, meski secara fisik sakit penyakit itu tetap ada pada yang bersangkutan.

Mari kita bawa dalam doa-doa kita agar siapa pun yang saat ini sedang sakit, disembuhkan Tuhan. Minimal diberi daya tahan, kekuatan dan penyerahan demi menerima sakit-penyakitnya dalam iman, harapan dan kasih.

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 10/2/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Markus 6:53-56 dan vatican.va

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3969837620976536?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.