Inspiration

Diciptakanlah Manusia Begitu Rupa, Betapa Sungguh Amat Baik Adanya, Tetapi Mengapa Dihina?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Beginilah ternyata saat manusia diciptakanNya. Keadaannya sungguh amat baik adanya sebagai secitra wajahNya. Namun mengapa kini di segelintir oknum di negeri ini direndahkan sebagai cebong dan kampret. Betapa hinanya? Mengapa? Inilah jawabannya.

Referensi pihak ketiga

Inilah inspirasi dan motivasi yang bisa direnungkan. Melalui Bacaan Liturgi Katolik, 12 Februari 2019 pada Hari Biasa, Pekan Biasa V, khususnya dari Kejadian Kej 1:26-27 dan Mazmur 8. Mari kita baca.

Dalam Kitab Kejadian diwartakan sebagai berikut. Indah rumusan sebagai Firman.

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka. (Kej 1:26-27)

Lalu dalam Kitab Mazmur diwartakan sebagai berikut. Warta ini juga sebagai sebuah doa dan kesadaran jiwa. Tak kalah indah pula.

Referensi pihak ketiga

“Ya Tuhan, Allah kami, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi. Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kaupasang: Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Kauciptakan dia hampir sama dengan Allah, Kaumemahkotai dengan kemuliaan dan semarak. Kauberi dia kuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kautundukkan di bawah kakinya. Domba, sapi dan ternak semuanya, hewan di padang dan margasatwa; burung di udara dan ikan di laut, dan semua yang melintasi arus lautan. Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya namaMu di seluruh bumi! (Mzm 8)

Nah, diciptakanlah manusia begitu rupa, betapa sungguh amat baik sdanya, tetapi mengapa dihina pula? Dan hanya manusia-manusia yang picik belaka yang mampu melakukannya! Alangkah nistanya! Mari saling memandang seperti cara Tuhan memandang diri kita!

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 12/2/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Kejadian 1:26-27 dan Mazmur 8

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2141071067359594?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.