Inspiration

Dihajar dan Disesah, Begitulah Cara Tuhan Mengasihi Kita Sebagai Anak-Anak-Nya; Bagaimana?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Ternyata, beginilah cara Tuhan mendewasakan kita. Berawal dukacita yang tidak mengenakkan, namun berakhir dengan sukacita yang membahagiakan. Bagaimana memahaminya?

Referensi pihak ketiga

Inilah jawabannya berdasarkan bacaan pertama liturgi 06 Februari 201, Hari Biasa, Pekan Biasa IV. Pada Peringatan Wajib Santo Paulus Miki dan teman-temannya, para Martir di Jepang pada tahun 1597. Pengalaman kemartiran mereka cocok banget dengan warta Bacaan Pertama yang dikutip dari Surat kepada Umat Ibrani 12:4-7.11-15. Berikut kutipan selengkapnya.

Referensi pihak ketiga

“Saudara-saudara, dalam pergumulanmu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah. Janganlah kamu lupa akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah meremehkan didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan oleh-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”

Jika kamu menerima hajaran, maka di situ Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah ada anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Memang tiap-tiap hajaran, pada waktu diberikan, tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Namun kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang dilatih olehnya. Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah. Dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.

Berusahalah hidup damai dengan semua orang, dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang.”

Referensi pihak ketiga

Begitulah secara lugas dan jelas tanpa basa-basi, nasihat dan inspirasi rohani bisa kita timba hari ini dari Surat kepada Umat Ibrani itu. So, jangan takut menghadapi tantangan, kesulitan dan cobaan sebab di sanalah kasih Tuhan disediakan. Bahkan melalui semua itu kita dimeteraikan sebagai anak-anak yang dikasihinya!

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 6/2/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Ibrani 12:4-7.11-15

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1520561873716697?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.