Inspiration

Diminta Memberikan Inspirasi tentang Tema Ini, Beginilah Inspirasi Motivasi Yang Diberikan

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi dasar yang bisa menjadi motivasi dalam rangka melayani peradaban kasih melalui hubungan antar agama dan kepercayaan. Gagasan dasar ini saya sampaikan pada kesempatan temu koordinatif Tim Kerja Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (Timja HAK) Kevikepan Semarang dan Solo di Wisma Nazareth, 2/2/2019.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Sesuai dengan pembicaraan, saudaraku, Lukas Awi Tristanto sebagai Sekretaris Kom HAK KAS periode Juni 2008-25 Januari 2019 mendesign pertemuan ini yang merupakan salah satu program Kom HAK KAS 2019 sebagai berikut. Ia memintaku menyampaikan tema tentang spiritualitas dan kerangka dialog dalam program ini. Program ini kita sebut, sesuai Programasi Kom HAK KAS, Temu Koordinatif Timja HAK. Program ini menjadi peristiwa dalam dua gelombang yang diikuti oleh para timja HAK Paroki dan Kevikepan se-KAS. Gelombang pertama dilaksanakan dilaksanakan di Wisma Nazareth Semarang, 2-3 Februari 2019. Pesertanya adalah Timja HAK Paroki se-Kevikepan Semarang dan Solo. Gelombang kedua dilaksanakan di Wisma Salam Magelang, 16-17 Februari 2019 dengan peserta Timja HAK Paroki se-Kevikepan DIY dan Kedu.

Khusus untuk program di gelombang pertama, saya yang secara de iure sudah diberhentikan sebagai Ketua Kom HAK KAS per 25 Januari 2019 yang lalu, masih diberi kesempatan untuk memberi materi pada hari Sabtu, 2/2/2019 pukul 17.00-19.00 WIB atas pertemuan yang dibuka pada pukul 16.30 WIB.

Pada kesempatan ini, saya (ingin) menyampaikan beberapa hal yang terkait dengan arah pastoral HAK KAS seiring dengan Fokus Pastoral KAS 2019 “Umat Allah KAS Mewujudkan Kesejahteraan Umum dalam Masyarakat Multikultural”. Sebagai pelayan Kom HAK KAS, terkait dengan fokus pastoral itu, kita mengambil segmen pada kerangka tema ini, “Bersaudara dalam masyarakat multikultural mewujudkan kesejahteraan umum (bonum commune)“. 

Kom HAK KAS merupakan komisi yang secara khusus menjadi perpanjangan tangan Uskup untuk menghadirkan Gereja KAS yang inklusif, inovatif dan transformatif dalam rangka mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaannya. Kalau fokus pastoral KAS 2019 adalah Umat Allah KAS mewujudkan kesejahteraan umum dalam masyarakat multikultural, apa yang bisa dilakukan oleh Kom HAK KAS bersama stakeholder yang selama ini bersinergi dalam rangka menghadirkan Gereja KAS yang inklusif, inovatif dan transformatif dalam rangka mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaannya?

Spiritualitas Kom HAK

Untuk bisa menjawab pertanyaan ini dalam implementasi karya maka perlulah disadari spiritualitas dasar Kom HAK KAS dalam konteks Gereja Universal. Acuan dasar untuk hal ini ada dua. Yang pertama adalah acuan alkitabiah. Yang kedua acuan dokumenter-amanah.

Spiritualitas dasar Kom HAK KAS adalah kehendak Allah, Bapa semua orang, yang berkenan menyelamatkan semua orang tanpa diskriminasi (bdk. Yoh 3:16; Kis 17:25-28), 1Tim 2:4). Dalam keberagaman umat beragama, Kom HAK KAS berpegang pada spirit kasih dan pengampunan bagi siapa saja (Matius 22:37-40 dan paralelnya). 

Selanjutnya, Gereja Katolik mengajarkan dan memberi amanah kepada umatnya melalui Konsili Vatikan II khususnya Lumen Gentium 15-16 dan Nostra Aetate yang terdiri dari artikel 1-5. Di dalam kedua dokumen itu, arah dan amanah ajaran Gereja Katolik jelas dan lugas. Kita mengembangkan sikap dan cara pandang positif kepada semua umat manusia, semua agama dan budaya.

Dengan spiritualitas itulah Kom HAK KAS bersama Umat Allah KAS mewujudkan kesejahteraan umum dalam masyarakat multikultural, dalam rangka menghadirkan Gereja KAS yang inklusif, inovatif dan transformatif dalam rangka mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaannya. Itulah cita-cita kita bersama. 

Tiga Matra Dialog

Cita-cita itu diperjuangkan dalam tiga matra dialog. Apa saja?

Dialog Ekumenis

Sesuai amanah LG 15, kita dipanggil untuk membangun relasi dialogis dengan orang Kristen bukan Katolik. Begini Vatikan mengajarkan, “Gereja tahu, bahwa karena banyak alasan ia berhubungan dengan mereka, yang karena dibaptis mengemban nama kristen, tetapi tidak mengakui ajaran iman seutuhnya atau tidak memelihara kesatuan persekutuan di bawah Pengganti Petrus. Sebab memang banyaklah yang menghormati Kitab Suci sebagai tolak ukur iman dan kehidupan, menunjukkan semangat keagamaan yang sejati, penuh kasih beriman akan Allah Bapa yang mahakuasa dan akan Kristus, Putera Allah dan Penyelamat, ditandai oleh baptis yang menghubungkan mereka dengan Kristus, bahkan mengakui dan menerima sakramen-sakramen lainnya juga di Gereja-Gereja atau jemaat-jemaat gerejani mereka sendiri. Banyak pula di antara mereka yang mempunyai Uskup-uskup, merayakan Ekaristi suci, dan memelihara hormat bakti kepada Santa Perawan Bunda Allah. Selain itu ada persekutuan doa-doa dan kurnia-kurnia rohani lainnya; bahkan ada suatu hubungan sejati dalam Roh Kudus, yang memang dengan daya pengudusan-Nya juga berkarya di antara mereka dengan melimpahkan anugerah-anugerah serta rahmat-rahmat-Nya, dan menguatkan beberapa di kalangan mereka hingga menumpahkan darahnya. Demikianlah Roh membangkitkan pada semua murid Kristus keinginan dan kegiatan, supaya semua saja dengan cara yang ditetapkan oleh Kristus secara damai dipersatukan dalam satu kawanan di bawah satu Gembala. Untuk mencapai tujuan itu Bunda Gereja tiada hentinya berdoa, berharap dan berusaha, serta mendorong para puteranya untuk memurnikan dan membaharui diri, supaya tanda Kristus dengan lebih cemerlang bersinar pada wajah Gereja.”

Salah satu yang dibuat oleh Kom HAK KAS dalam rangka itu adalah mengimplementasikan gerakan Pekan Doa Sedunia untik Kesatuan Umat Kristiani setiap tanggal 18-25 Januari. Kom HAK mempersiapkan bahan-bahan refleksi, doa dan ibadah ekumenis bersumber dari bahan-bahan yang dipersiapkan Vatikan dan Geneva (WCC). Ini menjadi gerakan sejak 2010.

Dalam rangka ekumenis, Kom HAK KAS juga menjalin kerja sama dalam rangka Natalan dan Paskahan Ekumenis di tingkat tertentu. Kom HAK KAS mendorong agar hal ini terjadi di tingkat dan semua Kevikepan serta Paroki-Paroki, sama seperti dalam rangka PDS.

Dialog Interreligius

Matra kedua dialog yang dikembangkan oleh Kom HAK KAS adalah dialog interreligius, yakani dialog dengan Umat bukan-Kristiani. Dialog interreligius dilakukan dengan Umat beragama Yahudi, Islam, Hindu, Buddha, Konghucu dan Penghayat Kepercayaan. 

Tentang hal ini, LG 16 mengajarkan, bahwa banyak orang yang “dengan hati tulus mencari Allah, dan berkat pengaruh rahmat berusaha melaksanakan kehendak-Nya yang mereka kenal melalui suara hati dengan perbuatan nyata, dapat memperoleh keselamatan kekal. Penyelenggaraan ilahi juga tidak menolak memberi bantuan yang diperlukan untuk keselamatan kepada mereka, yang tanpa bersalah belum sampai kepada pengetahuan yang jelas tentang Allah, namun berkat rahmat ilahi berusaha menempuh hidup yang benar. Sebab apapun yang baik dan benar, yang terdapat pada mereka, Gereja dipandang sebagai persiapan Injil[34], dan sebagai kurnia Dia, yang menerangi setiap orang, supaya akhirnya memperoleh kehidupan. Tetapi sering orang-orang, karena ditipu oleh si Jahat, jatuh ke dalam pikiran-pikiran yang sesat, yang mengubah kebenaran Allah menjadi dusta, dengan lebih mengabdi kepada ciptaan daripada Sang Pencipta (lih. Rom 1:21 dan 25). Atau mereka hidup dan mati tanpa Allah di dunia ini dan menghadapi bahaya putus asa yang amat berat. Maka dari itu, dengan mengingat perintah Tuhan: Wartakanlah Injil kepada segala makhluk (Mrk 16:15), Gereja dengan sungguh-sungguh berusaha mendukung misi-misi, untuk memajukan kemuliaan Allah dan keselamatan semua orang itu.”

Dalam seluruh Nostra Aetate, gagasan dalam LG 16 ini diterangkan sebagai suatu deklarasi yang harus dijalankan oleh umat Katolik. Kom HAK KAS bersinergi dengan Kom HAK Kevikepan dan Timja HAK Paroki-Paroki untuk mengimplementasikan dan mengaplikasikan amanah Nostra Aetate dan ajaran dogmatis LG 16.

Dialog Seni, Budaya, Ekologis

Selain dialog ekumenis dan interreligius, saya menggagas, menemukan, melakukan dan mengusulkan terjadinya dialog seni, budaya dan ekologis. Dialog ini bisa menjadi semacam metodologi untuk melakukan dan memperkaya dialog ekumenis dan dialog interrelogius.

Kita mengangkat kearifan seni budaya lokal dan religius untuk menghadirkan dan mewujudkan kesejahteraan umum. Kesejahteraan umum itu tidak hanya bersifat material-ekonomis pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Apalah artinya semua itu bila hidup tidak ditandai kerukunan, damai sejahtera dan kebahagiaan menikmati keindahan seni, budaya dan keutuhan ciptaan serta kelestarian lingkungan hidup. Itulah yang saya maksudkan dengan dialog seni, budaya dan ekologis.

Implementasi dan perwujudannya bisa bermacam-macam sesuai dengan situasi dan kondisi daerah dan wilayah masing-masing. Maka, sesuai dengan konteks masing-masing, silahkan Kom HAK Kevikepan dan Timja Paroki berkreasi secara inklusif, inovatif dan transformatif untuk mewunudkan semua matra dialog tersebut. Momen-momen Hari Raya Keagamaan bisa menjadi pintu masuk untuk melakukannya. Demikian pula momentum HUT Paroki bisa diperkaya dengan praksis dialog tersebut.

Ke depan, dinamika kita akan terjadi di kevikepan sebagai pusat pastoral. Maka, koordinasi dengan para Romo Vikep untuk berbagai hal baik yang dicita-citakan akan semakin mengoptimalkan dampak dan buah dialog yang dilakukan.

Demikian gagasan dasar yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Wisma Nazareth, 2/2/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Lumen Gentium 15-16 dan Nostra Aetate

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2663007409340685?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.