Inspiration

Direndahkan Sebagai Cebong & Kampret, Setidaknya Masih Menyadari Sebagai Manusia Indonesia

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Sayangnya realitas ini masih terjadi di antara anak-anak negeri ini bahwa mudah sekali orang saling merendahkan satu sama lain sebagai cebong versus kampret. Ah, bukan hanya saling merendahkan melainkan merendahkan martabat dirinya sendiri sebagai satwa untuk tidak mengatakan – maaf – sebagai binatang atau hewan. Bukankah cebong dan kampret adalah binatang tanpa akal budi apalagi nurani? Mengapa mau? Itulah produksi dendam dan benci.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Oh, setidaknya masih sadar sebagai manusia Indonesia, walau direndahkan sebagai cebong kamprer si anak kodok si anak kalong. Setidaknya mari disadari bersama dengan jiwa manusia Indonesia dan bila berubah syukur kepada Allah.

Maka, inilah puisiku yanf pernah kuunggah dalam akun facebookku, “Aloys Purnomo”, “Aloys Purnomo II” dan “Aloys Purnomo III” melalui status saja sebagai manusia jiwa raga akal budi seutuhnya! Beginilah selengkapnya.

Aku Manusia Indonesia

Aloys Budi Purnomo Pr

dalam panas sengat politik

dan gairah syahwat kekuasaan

para politisi busuk

halalkan segala cara

Ijinkan kuberpekik:

Aku bukan kampret

Bukan pula cebong

Sebab aku bukan anak kalong

Bukan pula anak kodok

Aku adalah Manusia Indonesia

Lahir dari leluhur Kita

Sebagai bangsa yang Ramah

dan hobi bermusyawarah

bukannya pemarah

dan hobi memecah-belah

Aku bukan cebong

Bukan pula kampret

Sebab aku bukan anak kodok

Bukan pula anak kalong

Tak sudi Aku kau adu domba

dengan peluru dendam mesiu benci dan granat amarah

karena Aku bukan cebong bukan kampret

kampret dan cebong hanyalah racun yang laksana candu dijejalkan ke mulut anak-anak Negeri yang sedang mabok oleh syahwat kekuasaan lalu mereka bermata gelap bermulut busuk berjiwa benci bersuksma dendam berbadan robot mesin-mesin produksi kebencian jahanam!

Untuk apa selain menghancurkan Jiwa Luhur Bangsa Indonesia?

Aku Manusia Indonesia

Jadilah Manusia Indonesia

Yang berjiwa Pancasila

Yang berbudi Bhinneka Tunggal Ika

Yang bertubuh NKRI

Yang berlandaskan UUD 1945

Aku bukan cebong bukan kampret

Aku Indonesia, Indonesialah Aku!

Tapi, apakah kubenci mereka, meski mereka saling membenci dan meracuni, bahkan siapa saja? Tidak!

Karena Aku Indonesia, Indonesialah Aku!

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 6/2/2019

Bagaimanamenurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat dan menyadarkan. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Halim Perdanakusumah, 9/2/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan puisi dalam facebook Aloys Purnomo (6 Feb at 09.37 WIB)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2401123535897926?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.