Inspiration

Inspirasi dan Motivasi Positif Kesetiaan Sampai Mati Seperti Ini, Bagaimana Mewujudkannya?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kesetiaan itu merupakan keutamaan yang tak mudah diwujudkan, namun tidak berarti tidak bisa dilaksanakan. Inilah inspirasi dan motivasi positif nan indah yang bisa dijadikan landasan bagi mereka yang saling mencinta, apalagi yang telah dipersatukan sebagai suami-isteri! Bagaimana inspirasi selengkapnya?

Referensi pihak ketiga

Inspirasi dan motivasi positif nan indah tentang kesetiaan sampai mati itu diwartakan dalam Bacaan Liturgi 01 Maret 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa VII Bacaan Injil Markus 10:1-12. Sangat indah karena semua berasal dari Allah. Inilah teks selengkapnya.

Referensi pihak ketiga

Pada suatu hari Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan. di situ orang banyak datang mengerumuni Dia, dan seperti biasa Yesus mengajar mereka. Maka datanglah orang-orang Farisi hendak mencobai Yesus. Mereka bertanya, “Bolehkah seorang suami menceraikan isterinya?”

Tetapi Yesus menjawab kepada mereka, “Apa perintah Musa kepada kamu?” Mereka menjawab, “Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.” Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Karena ketegaran hatimulah Musa menulis perintah untukmu. Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka pria dan wanita; karena itu pria meninggalkan ibu bapanya dan bersatu dengan isterinya. Keduanya lalu menjadi satu daging. Mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yang dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia.”

Setelah mereka tiba di rumah, para murid bertanya pula tentang hal itu kepada Yesus. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan wanita lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan pria yang lain, ia berbuat zinah.” (Markus 10:1-12.)

Inspirasi dan motivasi positif nan indah kesetian itu pertama-tama berlaku bagi para suami-isteri. Kuncinya adalah, yang sudah dipersatukan oleh Allah, tidak bisa diceraikan oleh manusia, apa pun alasannya. Itu baru kesetiaan sejati dan sempurna. Karenanya, kata kuncinya positif, yakni kesetiaan sampai hanya maut saja yang memisahkan suami-isteri, bukan yang negatif: perceraian. Perceraian bukanlah solusi bahkan hanya akan kian menambah beban masalah. Maka, duduk bersama, saling mengampuni, saling membarui komitmen awal, itulah yang paling fundamental!

Referensi pihak ketiga

Nah, bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati para suami-isteri dan kita semua dengan kesetiaan. Salam peradaban kasih.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 1/3/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi oleh Injil Markus 10:1-12.

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/863208132566970?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.