Inspiration

Inspirasi Iman Para Leluhur Ini, Tidakkah Memotivasi Hidup Kita Saat Ini? Apa Yang Dicari?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Apa pun agama fan kepercayaan kita, iman kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi landasan segala sesuatunya. Lalu bagaimanakah kita bisa menemukan inspirasi iman itu dan semoga memberi motivasi kepada kita?

Referensi pihak ketiga

Inilah inspirasi saksi-saksi iman sebagaimana diwartakan melalui Bacaan Liturgi 23 Februari 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa VI pada PEringatan Wajib Santo Polikarpus, Uskup dan Martir yakni Bacaan Pertama dari Surat kepada Umat Ibrani 11:1-7. Mari kita baca selengkapnya.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati. Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah. Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Karena iman, maka Nuh — dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan — dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya. (Ibrani 11:1-7)

Inspirasi rohani apa yang bisa dicerna untuk memotivasi hidup kita? Empat hal ini bisa memberi inspirasi yang memotivasi diri. Apa saja?

Referensi pihak ketiga

Pertama, apa pun agama dan kepercayaan kita, iman kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah dasar segala hidup kita. Hal yang mustahil pun menjadi mungkin oleh iman.

Kedua, iman itu ditandai rasa syukur laksana iman Habel yang selalu mempersembahkan syukur. Persembahan syukur itu yang terbaik bagi Tuhan.

Ketiga, iman itu melambung tinggi ke langit suci namun tetap berpijak di bumi laksana iman Henokh, yang membuatnya terangkat ke surga. Itu bukan karena jasanya melainkan karena kasih Tuhan Yang Maha Esa semata dengan Nama apa pun kita menyebut dan menyembah-Nya. Lebih dari segalanya, iman diwujudkan dalam kerja, kerja, dan kerja demi keadilan, kemanusiaan dan kesejahteraan.

Keempat, iman adalah sikap taat laksana Nabi Nuh yang takwa dan tawakal kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Meski kejahatan melingkupinya, Nabi Nuh tetap perkasa dalam takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa karena Bahtera-Nya dan Pelangi-Nya.

Begitulah inspirasi iman Para Leluhur ini, tidakkah memotivasi hidup kita saat ini? Semoga demikianlah adanya kita, sesuai agama dan kepercayaan kita.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Solo, 23/2/2019 BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Ibrani 11:1-7

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4184949296814088?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.