Inspiration

Inspirasi & Motivasi Ketika Saya Lemah, Maka Justru Saya Kuat, Mengapa? Inilah Jawabannya!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi dan motivasi rohani bahwa ketika saya lemah, maka saya kuat. Bagaimana bisa dan mengapa? Inilah jawabannya.

Referensi pihak ketiga

Pertama, siapakah di antara manusia yang tidak memiliki kelemahan, baik secara fisik, psikis, bahkan spiritual? Kita semua adalah manusia yang lemah, rapuh, ringkih dan bahkan berdosa. Namun syukur kepada Allah!

Mengapa? Dalam perspektif iman Kristiani, kehidupan Yesus Kristus memberikan inspirasi dan motivasi bahwa setiap kelemahan dan penderitaan akan membawa makna baru. Dia memberi kita kemungkinan untuk memaknai penderitaan, penyakit, dan rasa sakit — konsekuensi dari dosa — secara baru, yakni bermakna cinta yang menebus dan menyelamatkan. Ketika para pengikut-Nya bertanya kepada Yesus tentang siapa yang harus bertanggung jawab atas ketidakberuntungan seorang pria yang buta sejak lahir, jawaban Yesus di luar dugaan. Pada waktu itu, pengikut-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. (Yohanes 9:2-3)

Referensi pihak ketiga

Kedua, kemalangan dan kelemahan membuat Santo Paulus berseru: “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Yesus Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” (2 Korintus 12:10). Artinya, melalui penyangkalan diri, melalui pengakuan kelemahan kita, melalui dengan sengaja merangkul cobaan dan penderitaan kita, kita dapat menunjukkan kekuatan Tuhan dan keajaiban Tuhan dalam hidup kita yang rapuh, lemah, ringkih dan berdosa.

Ketiga, terinspirasi dan termotivasi oleh semua itu, inilah doaku: Ya Yesus, tolonglah aku untuk melihat semua yang terjadi padaku, bahkan rasa sakit, penderitaan, penyakit, kelemahan dan dosaku sebagai kesempatan untuk mencintai, tumbuh dalam cinta dan mempersembahkan cintaku kepada-Mu. Maka, meski aku lemah, aku kuat karena dan di dalam Dikau, semata, selama-lamanya. Amin.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 7/3/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pengalaman pribadi

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/452477965752338?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.