Inspiration

Inspirasi dan Motivasi Berduka Bersama Yang Berduka, Lalu Harus Bagaimana? Inilah Jawabnya

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inspirasi dan motivasi apakah dan bagaimanakah yang bisa dipetik dari kebiadaban teror yang terjadi di Selandia Baru dan atau teror yang selama ini terjadi di mana pun? Inilah permenungan sederhana saya.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Pertama, kita semua yang masih memiliki hati nurani, pastilah sangat sedih oleh dan akibat tindakan kekerasan yang tidak masuk akal sehat yang terjadi di Selandia Baru (Kamis, 14/3/2019). Semua komunitas lintas agama bahkan termasuk Paus Fransiskus pun, telah menyatakan dukacita mendalam kepada semua warga Selandia Baru, dan khususnya umat Islam di Selandia Baru. Solidaritas yang tulus kepada para korban penembakan di dua Masjid, di Christchurch, Selandia Baru mengalir dari berbagai penjuru.

Kedua, sama seperti Paus Fransiskus dan para pemimpin lintas agama lainnya, saya dan Anda, kita semua di mana pun berada turut menyampaikan belasungkawa dan duka mendalam kepada para korban dan orang-orang yang mereka kasihi. Kita berdoa untuk penyembuhan yang terluka, penghiburan bagi mereka yang berduka karena kehilangan orang yang mereka cintai, dan untuk semua yang terpengaruh oleh tragedi ini.

Referensi pihak ketiga

Ketiga, dalam rasa duka mendalam itu, saya pun bertanya: Sampai kapan kita akan selalu mendengar kabar tragis tragedi akibat aksi teroris? Cukupkah sekadar menjadi reaktif dengan menggelar doa bersama dan aksi simpatik yang nyatanya tak akan pernah bisa menghentikan aksi teroris dan apalagi mengembalikan nyawa para korban meninggal serta pemulihan jiwa dan hati yang terluka oleh trauma?

Keempat, mari kita proaktif bergandengan tangan bersinergi untuk saling meneguhkan kerukunan dan semangat persaudaraan di antara kita, sekecil apa pun. Mari kita menjaga lidah kita untuk tidak saling menghujat atas prakarsa-prakarsa baik demi tegaknya kerukunan dan kemanusiaan kendati mungkin kita tidak sepaham dengan cara dan dana yang dikeluarkan dalam rangka kerukunan dan kemanusiaan. Yang satu harus dilakukan, yang lain jangan diabaikan. Kita mulai saja dari diri kita sendiri. Apakah yang sudah kita lakukan untuk mengembangkan bakat dan talenta kita demi bangsa dan umat manusia (talenta pro patria et humanitate)? 

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 16/3/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi dari telegram Paus Fransiskus dalam https: //zenit.org/articles/deeply-saddened-by-senseless-violence-pope-assures-all-new-zealanders-and-especially-muslims-his-heartfelt-solidarity/

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/653735037527672?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.