Inspiration

Inspirasi dan Motivasi Jangan Berkata “Kafir” Karena Beginilah Akibatnya, Bagaimanakah?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Ternyatq dalam Injil terdapat inspirasi dan motivasi agar kita tidak gampang menyatakan orang lain “kafir!”. Seperti apakah dan bagaimanakah? Kita simak yuk.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Inspirasi dan motivasi itu diwartakan dalam Bacaan Liturgi 15 Maret 2019 Hari Biasa Pekan Prapaskah I Bacaan Injil, khususnya dalam Injil Matius 5:20-26. Apa makna yang bisa direnungkan?

Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Kalian telah mendengar apa yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; barangsiapa berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahan di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahan di depan mezbah itu, dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahan itu.

Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim, dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya, dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”

Inspirasi tentang jangan mengatakan “kafir!” kepada orang lain disampaikan oleh Yesus kepada para pengikut-Nya. Apa akibatnya bagi orang yang mudah bilang “kafir!” kepada seaama? Inilah akibatnya, dia melanggar hukum kemanusiaan dan layak dibawa ke ranah hukum.

Dasar fundamental untuk tidak mengatakan “kafir!” kepada sesama terutama adalah karena kasih. Kasih kepada sesama dan kasih kepada Tuhan.

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 14/3/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi dari Injil Matius 5:20-26

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2765674887440665?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.