Inspiration

Inspirasi dan Motivasi Menyesal dengan Berbuat Kasih Setia, Bukan Korban Bakaran, Mengapa?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Ini masih merupakan kelanjutan bacaan kemarin yakni tentang penyesalan dan pertobatan. Inspirasi dan motivasi sesal dan tobat diungkapkan melalui berbuat kasih setia bukan dengan mempersembahkan korban bakaran. Mengapa? Inilah jawabannya.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Inspirasi dan motivasi itu ada dalam Bacaan Liturgi 30 Maret 2019 Hari Biasa Pekan Prapaskah III Bacaan Pertama Nubuat Hosea 6:1-6. Kita simak yuk.

Umat Allah berkata, “Mari, kita akan berbalik kepada Tuhan, sebab Dialah yang telah menerkam tetapi lalu menyembuhkan kita, yang telah memukul dan membalut kita. Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.

Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan.Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.”

Dan Tuhan berfirman: “Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar.Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi. Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang.

Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan kurban sembelihan. Aku menyukai pengenalan akan Allah, lebih daripada kurban-kurban bakaran. (Nubuat Hosea 6:1-6)

Pertobatan itu berbuat kasih setia kepada Tuhan dan sesama. Maka tobat bukan tentang korban bakaran melainkan tentang tindakan kasih. Mari kita ungkapkan pertobatan kita dengan berbuat kasih, sekecil apa pun dan dengan hati yang remuk redam. Dengan demikian, pertobatan kita berkenan bagi Tuhan.

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Wisma Elika Bandungan, 29/3/2019 BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Nubuat Hosea 6:1-6.

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/587609590519952?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.