Inspiration

Inspirasi Narasi Kecil Yang Memotivasi Hidupku, Semoga Pula Menginspirasi dan Memotivasimu

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi narasi-narasi kecil yang menurutku amat besar maknanya, minimal bagi diriku orang yang hina dan berdosa yang merindukan terwujudnya peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaan kita. Seperti apa dan bagaimanakah?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Mungkin bagi Kalian yang hebat, benar, bersih, suci, dan baik hati, narasi pengalaman ini tidak penting. Tidak apa-apa. Maafkanlah dan ampunilah saya yang hina, kotor, dan berdosa ini. Saya tetap menghormati, menghargai dan mendoakanmu dari lembah kehinaan, kekotoran, dan keberdosaanku yang tak sehebat, sebenar, sesuci, dan sebaik hati kamu. Dengan penuh syukur kuterima cibiran, cercaan, dan bulian yang memang selayaknya harus kuterima.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Entah seberapa besar harga dan biayanya, tokoh hebat siapa yang hadir, atau berapa banyak massa yang ada; perjumpaan demi perjumpaan dengan pribadi-pribadi yang kuhormati ini sudah menjadi berkat bagiku si jalang perindu peradaban kasih dalam kehinaanku. Minimal bisa berjabat tangan, saling peluk dan cium penuh hormat dan cinta, dan aku boleh mencium tangan Mereka, itulah yang kuterima sebagai berkat yang membahagiakan daku. Belum lagi boleh mendengarkan kisah-kisah lucu yang teduh, serta kalimat-kalimat berkat yang terucap. Itu sungguh dahsyat.

Semua itu menginspirasi dan memotivasi diriku yang lemah, rapuh, ringkih, kotor dan berdosa ini yang kadang nyaris lelah dan menyerah dalam melangkah mewujudkan hidup yang rukun dan bersaudara dalam keberagaman sebagai secercah peradaban kasih di tengah sandyakala yang gundah.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Inilah yang kualami hari ini, Minggu, 17 Maret 2019 di sela-sela Apel Kebangsaan Kita Merah Putih di Simpang Lima Semarang. Aku bersyukur laksana menerima setetes air sewindu di padang gurun kerinduanku pada peradaban kasih saat bersama para sahabatku penyandang disabilitas netra. Orang bilang, mereka – maaf – “buta” namun sesungguhnya mereka melihat dengan jernih melalui nurani mereka.

Aku bersyukur boleh berjumpa bercanda dengan para Santri dari Pekalongan yang tak kenal lelah menyertai Habib Bidin dalam mewartakan kerukunan dan kebangsaan. Tentu saja, aku bersyukur boleh mendengarkan kisah-kisah inspiratif dari Gus Muwafiq, Habib Bidin sendiri, Habib Luthfi dan Mbah Maimun yang kukasihi dan kumuliakan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Sungguh, perjumpaan-perjumpaan dengan mereka, bagiku tak bisa diukur dengan angka nilai dan harganya. Aku bersyukur bukan karena hebat, suci, baik, benar dan berhikmat, tetapi karena aku yang hina, rapuh, ringkih, dan berdosa ini boleh berjumpa dan ngalap berkah dari Mereka semua, tanpa rasa benci dan diskriminasi, selain hanya cinta dan kasih sayang.

Maafkanlah daku karena berbagi inspirasi narasi ini sebab aku hanya ingin belajar mengendalikan lidah dan jariku untuk menjadi berkat dengan cara bicara baik (benedicere) bukan berbicara buruk (maladicere) bisa melahirkan malapetaka bagi diri saya sendiri, bahkan sesama yang mendengarnya. Ya, Tuhan hindarkanlah daku dari godaan berkata buruk pada sesama, selain pada diriku sendiri yang hina, ringkih, rapuh dan berdosa ini. Ampunilah aku. Ampunilah kami.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Begitu saja, narasi ini kugoreskan begitu saja, apa pun pendapatmu padaku, wahai para UCers Sahabat Peradaban Kasih. Semoga bermanfaat. Bila tidak, maafkanlah. Terima kasih membaca narasi refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 17/3/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pengalaman pribadi

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1927772404911212?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.