Inspiration

Buluh patah terkulai takkan diputuskannya, sumbu yang pudar nyalanya takkan dipadamkann

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi pengharapan dalam iman dan kasih. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya. Bagaimanakah?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Inspirasinya ada dalam Bacaan Liturgi 15 April 2019 Hari Senin Dalam Pekan Suci Bacaan Pertama Kitab Yesaya 42:1-7. Kita baca yuk! Semoga hidup kita dicerahkan dan dikuatkan.

Beginilah firman Tuhan, “Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suaranya, atau memperdengarkan suaranya di jalan.

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.”

Beginilah firman Allah, Tuhan, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang menghuninya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya, “Aku, Tuhan, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan. Aku telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan membuat engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.” (Yesaya 42:1-7)

Demikianlah sabda Tuhan. Syukur kepada Allah.

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya. Indah sekali firman Tuhan ini. Pasti memberi penghiburan bagi siapa saja yang mendengarkan dan mengalami kebenarannya. Itu bukan hanya janji namun telaj digenapi.

Yesus Kristus sendirilah yang menggenapinya bagi umat manusia yang tertindas, yang ternaiaya, yang dinista dan dihina. Maka, jqngan pernah putus asa! Ini fakta kebenaran iman, harapan dan kasih.

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 14/4/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Kitab Yesaya 42:1-7

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2937088190700871?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.