Inspiration

Inilah Kisah Kasih dalam Sengsara Yesus Kristus demi Keselamatan Melalui Pelayanan (2)

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi Kisah Kasih dalam Sengsara kita Yesus Kristus menurut Lukas. Ada berbagai pokok permenungan yang bisa diresapkan. Inilah bagian kedua. Kisah kasih sengsara itu terjadi dalam sikap pelayanan dan melayani. Bagaimanakah?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Inspirasinya dari Bacaan Liturgi 14 April 2019 Hari Minggu Palma (Mengenangkan Sengsara Tuhan) Bacaan Injil Lukas 22:14- 23:56. Mari kita cermati.

Lalu terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapa yang dapat dianggap terbesar di antara mereka. Yesus berkata kepada mereka, “Raja-raja para bangsa memerintah rakyatnya, dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut ‘pelindung’. Tetapi janganlah demikian di antara kamu; yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda, dan yang pemimpin menjadi pelayan. Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan. Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami. Maka Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku. Kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku, dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.”

Kemudian Yesus berkata kepada Petrus, “Simon, Simon, lihat Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum. Tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.” Jawab Petrus, “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!” Tetapi Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal Aku.”

Lalu Yesus berkata kepada semua rasul, “Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?” Jawab mereka, “Suatu pun tidak!” Kata-Nya kepada mereka, “Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya; demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya, hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang. Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi.” Kata mereka, “Tuhan, ini dua pedang.” Jawab-Nya, “Sudah cukup.”

Dua hal menarik menjadi perhatian pada bagian ini. Pertama kisah kasih sengsara Yesus ditandai dengan pengorbanan dan pelayanan. Sikap yang sama disampaikan sebagai pesan agar pemimpin rela melayani. Kepemimpinan bukan soal kekuasaan melainkan pelayanan.

Kedua, kepemimpinan dalam pelayanan yang dilakukan Yesus terjadi dalam kesempurnaan tanpa cela. Namun manusia tak mampu menggapai kesempurnaan itu. Karenanya, melalui Petrus Yesus berpesan agar tetap teguh kendati rapuh. Keteguhan dalam kerapuhan akan memberi inspirasi untuk saling menguatkan dalam pelayanan.

Tuhan sendiri akan memberi kekuatan. Inspirasi utama pelayanan adalah kisah kasih sengsara Yesus demi keselamatan kita.

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih. (bersambung)***

JoharT Wurlirang, 13/4/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Lukas 22:14- 23:56

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3817417036493475?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.