Inspiration

Inilah Kisah Kasih Sengsara Yesus Yang Tetap Mengampuni Orang-Orang Yang Memusuhi-Nya (7)

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi Kisah Kasih dalam Sengsara Yesus Kristus menurut Lukas. Ada berbagai pokok permenungan yang bisa diresapkan. Inilah bagian kerujuh. Lihatlah Yesus tetap mengampuni. Kematian-Nya adalah dalam rsngka pengampunan dan penebusan dosa seluruh umat manusia tanpa diskriminasi.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Inspirasinya dari Bacaan Liturgi 14 April 2019 Hari Minggu Palma (Mengenangkan Sengsara Tuhan) Bacaan Injil Lukas 22:14- 23:56. Mari kita cermati.

Bersama Yesus digiring juga dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia. Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ. Kecuali Yesus disalibkan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan, yang lain di sebelah kiri-Nya.

Ketika bergantung di salib, Yesus berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian Yesus. Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Yesus, katanya, “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia benar-benar Mesias, orang yang dipilih Allah.” Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata, “Jika Engkau raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!”

Ada juga tulisan di atas kepala-Nya “Inilah Raja orang Yahudi”. Salah seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Yesus, katanya, “Bukankah Engkau Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” Tetapi penjahat yang seorang menegur dia, katanya, “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah? Padahal engkau menerima hukuman yang sama! Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Lalu ia berkatas kepada Yesus, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Kata Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini juga engkau akan ada bersama-sama Aku di dalam Firdaus.”

Ketika itu hari kira-kira pukul dua belas. Kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, sebab matahari tidak bersinar. Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua. Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian, Yesus menyerahkan nyawa-Nya.

Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya, “Sungguh, orang ini adalah orang besar!” Di situ berkerumun pula orang banyak yang datang untuk menyaksikan seluruh peristiwa itu. Sesudah melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri. Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat, termasuk perempuan-perempuan yang mengikuti Dia dari Galilea, berdiri jauh-jauh dan melihat semua itu.

Waktu itu ada seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota Majelis Agung, dan seorang yang baik lagi benar. Ia tidak setuju dengan putusan dan tindakan Majelis itu. Ia berasal dari Arimatea, sebuah kota Yahudi, dan ia menanti-nantikan Kerajaan Allah. Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta jenazah Yesus. Dan sesudah menurunkan jenazah itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan satu jenazah pun. Hari itu adalah hari persiapan, dan sabat hampir mulai.

Perempuan-perempuan yang datang bersama Yesus dari Galilea, ikut serta dan melihat kubur itu; juga mereka melihat bagaimana jenazah Yesus dibaringkan. Setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat.

Kepada penajahat yang bertobat yang disalibkan bersama Yesus, Yesus mengampuni. Permohonan penjahat itu agar boleh diperkenankan masuk Kerajaan Surga dijawab Yesus: Hari ini juga engkau bersamaku di sorga. Inilah buah pengampunan.

Demikian pula kepada semua yang menghujat dan menyalibkan-Nya, Yesus juga mengampunk. Yesus berdoa: Ya Bapa, ampunilah mereka!

Dalam semangat pengampunan itulah, Yesus wafat. Yesus menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa. Ia wafst dan dimakamkan. Semua dalam rangka pengampunan dan penebusan.

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih. (Selesai)***

JoharT Wurlirang, 14/4/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Lukas 22:14- 23:56

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2224779747562768?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.