Inspiration

Menjamah Hati-Nya, Menimba Kerahiman Tuhan!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah kisah keraguan yang dijawab dengan kerahiman dan pengampunan. 

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kisah selengkapnya ada dalam Bacaan Liturgi 28 April 2019 Hari Minggu Paskah II (Kerahiman Ilahi) Bacaan Injil Yohanes 20:19-31. Kita baca dan renungkan khususnya ayat 19-29.

Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tanganNya dan lambungNya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambungNya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambungKu dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yohanes 20:19-29)

Yesus Kristus mengundang Thomas untuk mencucukkan jarinya pada bekas luka pada tangan-Nya dan lambung-Nya! Itu terjadi oleh sebab Thomas dirundung murung, rasa tak percaya, pilu dan ragu, bahwa Yesus bangkit dari maut. Bahkan saat diberitahu teman-temannya bahwa Yesus bangkit dan menampakkan Diri-Nya, dengan sombong Thomas bilang, “Sebelum mencucukkan jariku pada bekas luka di tangan-Nya dan lambung-Nya, sekali-kali aku tidak percaya!”

Yesus membiarkan Thomas dalam kemerdekaannya dan memberi ruang penuh kerahiman untum melakukannya. Itulah sebabnya, saat itu tiba-tiba kehadiran-Nya membuat Thomas bertekuk lutut sujud dan menyembah dalam pasrah di hadirat-Nya. “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Thomas yang tak lagi bisa menolak untuk tidak percaya kepada-Nya yang telah bangkit!

Thomas yang berjuang dengan keraguan untuk percaya dibiarkan Yesus langsung menjamah Hati Kudus-Nya, hingga ia dipenuhi belas kasihan dan kerahiman-Nya. Sejak itulah, tidak hanya tidak ada lagi keraguan tentang Tubuh Juruselamat yang dibangkitkan, tetapi juga tidak ada lagi keraguan tentang belas kasih dan kerahiman-Nya yang Dia janjikan demi pengampunan dosa. 

Bersama dengan Thomas, marilah kita menjamah luka-Nya, menyambut belas kasih dan kerahiman-Nya. Semoga hidup kita yang rapuh, ringkih dan berdosa ini ditebus oleh kerahiman Tuhan. Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan kepada seluruh dunia!

Terima kasih. Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 28/4/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Yohanes 20:19-29

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4123100759441413?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.