Inspiration

Tak Ada Kasih Yang Lebih Besar Selain Kasih Orang Yang Menyerahkan Nyawa Bagi Sahabat-Nya

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi dan motivasi bahwa Tak ada kasih yang lebih besar selain kasih orang yang menyerahkan nyawa bagi sahabatnya. Bagaimanakah?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Jawabannya ada dalam Bacaan Liturgi 18 April 2019 Hari Kamis Putih (Misa Sore) Bacaan Injil Yohanes 13:1-15. Mari kota renungkan. Yesus mengasihi kita sampai saat terakhir bahkan menyerahkan nyawa-Nya bagi kita para sahabat-Nya.

Sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus sudah tahu bahwa saatnya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sebagaimana Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya, demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai saat terakhir. Ketika mereka sedang makan bersama, Iblis membisikkan dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, rencana untuk mengkhianati Yesus. Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah.Maka bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya, lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya, “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?” Jawab Yesus kepadanya, “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan memahaminya kelak.” Kata Petrus kepada-Nya, “Selama-lamanya Engkau tidak akan membasuh kakiku!” Jawab Yesus, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak akan mendapat bagian bersama Aku.” Kata Simon Petrus kepada-Nya, “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!” Kata Yesus kepadanya, “Barangsiapa sudah mandi, cukuplah ia membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Kamu pun sudah bersih, hanya tidak semua!” Yesus tahu siapa yang akan menyerahkan Dia; karena itu Ia berkata, “Tidak semua kamu bersih.”

Sesudah membasuh kaki mereka, Yesus mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka, “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Nah, jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kaki. sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepadamu, supaya kamu juga berbuat seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.”

Demikianlah sabda Tuhan. Syukur kepada Allah.

Inilah makna yang hendak kita perhatikan sebagai inspirasi dan motivasi kita. Yesus tahu bahwa waktunya telah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Yesus tidak mengalami krisis identitas.

Sepanjang seluruh pelayanan publik-Nya, Yesus menunjukkan kesadaran tentang siapa Dia sebagai Yang Diurapi Bapa. Dia tahu cobaan yang segera menghancurkan tubuh fana-Nya. Semua itu adalah wujud cinta-Nya kepada Bapa dan manusia.

Cinta menanggung apa pun. Cinta dapat menghasilkan kebaikan bahkan dari dan dalam situasi terburuk sekalipun. “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih orang yang menyerahkan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya.” Itulah sabda Yesus.

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 17/4/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi dari Yohanes 13:1-15

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4323178539811811?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.