Inspiration

Belajar Memaknai Ramadan Suci & Ibadah Puasa dari Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Sejak sepuluh tahun terakhir ini, setiap kali memasuki Bulan Suci Ramadan, saya selalu teringat dan terbayang Kasih Sosok Ibu Negara Republik Indonesia (RI). Dialah Nyai Hajah Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Beliau adalah istri KH Abdurrahman Wahid, Presiden RI yang ke-4. Itulah sebabnya, Nyai Hajah Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid disebut Ibu Negara RI ke-4.

Referensi pihak ketiga – Ibu Hj Sinta Sahur di Kebon Dalem

Lalu mengapa Kasihnya kuingat dan membayang dalam hidupku setiap kali Bulan Suci Ramadan tiba? Inilah alasan dan jawabannya. Dan bagiku, hal ini menarik menjadi kisah inspirasi di seputar Ramadan Suci.

Dalam satu dekade terakhir, pada Bulan Ramadan, Ibu Sinta – begitu beliau biasa kusapa, berkenan Sahur atau Buka bersama di tempatku bertugas sebagai pastor. Itu terjadi sejak saya bertugas di Tanah Mas (2007-2012) dan di Kebon Dalem (2012-2015) Kota Semarang. Di dua tempat itu, Ibu Sinta berkenan Sahur bersama kaum duafa di sekitar gereja paroki kami. Lalu, ketika saya bertugas sebagai vikaris paroki (dulu = pastor pembantu) di Ungaran (2015-2017), Ibu Sinta berkenan berbuka bersama. Tahun lalu, Beliau juga berkenan Sahur bersama di halaman rumah saya tinggal di Pastoran Johannes Maria Tinjomoyo, Unika Soegijapranata.

Referensi pihak ketiga – Ibu Hj Sinta Buka bersama di Pudak Payung

Itulah momen-momen indah ketika saya belajar memaknai Bulan Suci Ramadan dan Ibadah Puasa seturut ajaran agama Islam. Pada kesempatan itulah, bersama Ibu Sinta, saya mengalami Islam sebagai rahmatan lil alamin saat ber-Sahur atau ber-Buka bersama. Ibu Sinta tidak pernah bersikap diskriminatif. Semua disapa dan dikasihi sebagai anak-anaknya warga bangsa Indonesia, apa pun agama dan kepercayaannya.

Nah, di sinilah, Bulan Suci Ramadan menjadi bulan penghayatan dan perwujudan iman. Sebagai seorang Bunda, Ibu Negara ke-4 RI, Ibu Sinta berkeliling selama Bulan Ramadan. Beliau menyapa, mengasihi, ber-Sahur dan ber-Buka bersama siapa saja, terutama kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel.

Referensi pihak ketiga – Ibu Hj Sinta Sahur di Pastoran JoharT Wurlirang

Kalau dalam tradisi Katolik, ada masa puasa pada Masa Prapaskah dan puasa ditandai dengan Aksi Puasa Pembangunan (APP), maka, dari pengalaman bersama Ibu Sinta, saya melihat dan merasakan betapa Beliau melakukan Aksi Puasa Pembangunan Kebangsaan. Di sanalah kurasakan kehadiran spirit dan praksis Islam sebagai rahmatan lil alamin.

Itulah yang saya timba dari Nyai Hajah Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Semoga memberi inspirasi. Tuhan memberkati. Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 6/5/2019

BERKAH DALEM

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2780936946115909?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.