Inspiration

Kristus Tak Haus Pengikut, Namun Haus Menyelamatkan Manusia

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Undangan Kristus untuk menerima kebenaran dan cinta-Nya selalu bermakna sebagai sebuah tawaran. Dia tidak memaksakan Diri-Nya pada kita. Tawaran yang dihadirkan-Nya bebas untuk diterima oleh kita atau diabaikan atau bahkan ditolak!

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Tetapi siapakah kita ini hingga mau menolak kebenaran tentang Kristus sebab Dia adalah Sang Kebenaran itu sendiri. Undangan-Nya sama dengan setiap anugerah yang Dia tawarkan kepada kita. 

Setelah kotbah tentang Roti Hidup yakni Tubuh dan Darah-Nya sebagai santapan jiwa, banyak murid Kristus pergi dan tidak lagi mengikuti-Nya. Karena Dia telah mengundang mereka untuk mengikuti-Nya dengan bebas, mereka juga bebas untuk pergi. Tetapi apakah dengan itu mereka dapat berbagi dalam sukacita kebangkitan-Nya? Apakah mereka akan menerima kepenuhan hidup yang telah dijanjikan-Nya kepada mereka? Apakah mereka akan menemukan apa yang dibutuhkan dan diinginkan hati mereka jika mereka tidak lagi berjalan bersama Kristus? 

Tentu, kita tidak berhak menghakimi sebab semua penghakiman diserahkan kepada kemurahan Tuhan saja. Yang penting adalah bahwa Kristus selalu haus untuk menyelamatkan manusia, bukan haus untuk memiliki pengikut. Itulah sebabnya, Kristus bertanya kepada para murid-Nya yang kalau dibahasakan menja, “Kalau kalian mau pergi sama seperti mereka, silahkan! Pergilah!” 

Luar biasa! Ketika semua yang lain pergi, Yesus menantang yang masih ada dan membebaskan mereka untuk pergi pula. Mana ada Sosok Pribadi yang semerdeka itu! Kristus memberi kemerdekaan kepada siapa saja untuk menerima atau menolak Dia. Tak ada paksaan!

Dan Petrus pun menjawab, “Tuhan, kepada siapa aku akan pergi sebab perkataan-Mu adalah kehidupan abadi!” Yesus Kristus juga tidak menolak yang dikatakan Petrus. 

Begitulah Yesus Kristus tidak haus pengikut, melainkan haus menyelamatkan jiwa manusia serta semesta dan seisinya.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Rumah Retret Syalom Bandungan, 11/5/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 11 Mei 2019 Hari Biasa Pekan Paskah III Bacaan Injil Yohanes 6:60-69

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3925913620060873?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.