Inspiration

Tanpa Keterlibatan Sinergis, Kita Mati!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi sederhana yang kubagikan kepada para peserta Gladi Rohani X Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang pada sesi hari kedua sore di Rumah Retret Syalom Bandungan (Sabtu, 11/5/2019).

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Di awal sesi, pertama-tama saya sampaikan selamat dan proficiat sebab para peserta sudah belajar dalam praksis keterlibatan sinergis melalui outing dalam dua hal, yakni terlibat sinergis secara interreligius di Masjid Baiturrohman Gelaran, Bandungan dan secara ekologis dengan menata sampah-sampah yang berserakan. Ini bagus. Pengalaman nyata yang harus disyukuri dan diapresiasi.

Selanjutnya, saya mengajak para peserta belajar memahami dan menghayati spirit keterlibatan sinergis melalui alat musik yang biasa saya mainkan, saksofon. Dalam satu saksofon termuat bermacam ragam unsur yang harus secara sinergis bersatu dalam keberagaman agar menghadirkan keindahan. Ketercerai-beraian saksofon tak akan menghasilkan keindahan. Lalu dengan iringan saksofon, peserta saya ajak menyanyikan jingle GR X. Isi jingle jelas, buang semua rasa benci dan curiga, mari bersinergi dengan cinta dalam keberagaman. 

Berikutnya, saya mengajak peserta untuk berdinamika dalam yang saya sebut synergistical game. Praktik dan suasana game ini melibatkan semua dalam kewaspadaan, kecekatan dan kreativitas. Suasananya pun fun and happy tapi juga dengan perjuangan. Pokoknya asyik.

Kemudian, saya pun berbagi pengalaman menghidupi spirit keterlibatan sinergis dalam keberagaman agama, budaya dan seni yang selama ini terjadi. Saya menghayatinya secara intensif sejak sebelas tahun silam baik secara personal maupun struktural. Beberapa gagasan pokok saya sampaikan yakni satu, pentingnya keterlibatan sinergis ekologis. Acuannya adalah traiser film Laudato Si Paus Fransiskus. Kita harus bersinergi dengan siapa pun dan di mana pun dalam segala hal yang baik demi menjaga keutuhan semesta alam dan kerukunan sesama manusia.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Dua, kita harus terlibat sinergis untuk membangun kerukunan, persaudaraan, dan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat, dan beriman apa pun agama dan kepercayaannya. Bagaimana dilakukan? Melalui berbagai gerakan berbasis seni dan budaya.

Tiga, tanpa sinergi, kita mati. Itu ekstrimnya untuk menegaskan bahwa sinergi itu penting. Saya ambil contoh film pendek seekor beruang yang terancam diterkam harimau yang lapar namun terselamatkan di saat kritis dalam sinergi dengan induknya. Anak beruang itu lolos dari jerat maut berkat sinergisitas dengan induknya.

Empat, keterlibatan sinergis dalam keberagaman itu indah penuh damai dalam cinta. Di sinilah kusharingkan pengalaman perjumpaan silaturahim dengan para tokoh dan masyarakat lintasagama yang selama ini terjadi. Indah dan penuh berkat dalam cinta.

Kelima, keterlibatan sinergis dilakukan sebagai wujud tanggung jawab mengembangkan bakat bagi bangsa dan kemanusiaan (talenta pro patria et humanitate). Dilakukan kaoan saja dan di mana saja serta dengan siapa saja tanpa diskriminasi.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Rumah Retret Syalom Bandungan, 12/5/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3888286222369128?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.