Inspiration

Inspirasi Sukacita Injil dalam Keberagaman Bersama Para PiKo Ikatan Biarawati Se-Indonesia

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi dan catatan reflektif saat saya memberi retret sosial para Suster yang menjadi PiKo alias Pimpinan Komunitas yang bergabung dalam IBSI di Rumah Retret Gedanganak, Ungaran, Kabupaten Semarang (21-23/5/2019). 

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

IBSI adalah singkatan dari Ikatan Biarawati Seluruh Indonesia. Mereka datang dari berbagai kota dan tarekat atau kongregasi. Jumlahnya 66 orang. Ketuanya Sr. Monika SND. Koordinasi retret dilakukan oleh Sr. Elfrida AK dan Sr. Immaculata AK.

Sesuai tema yang diminta, “Sukacita Injil dalam Kebhinnekaan” maka, saya berbagi kisah tentang mewartakan sukacita Injil dalam keberagaman melalui berbagai aktivitas dan peristiwa yang terjadi. Ini bukan sekadar impian dan harapan melainkan kenyataan. Kalaupun mau disebut impian dan harapan justru saya bermimpi dan berharap bahwa pengalaman nyata yang dibagikan itu dapat pula diikuti dan diwujudkan para peserta retret di mana pun diutus dan ditugaskan. 

Pada hari pertama, sesudah dibuka dengan Perayaan Ekaristi dan perkenalan dengan sukacita, Timin berbagi mimpi dan harapannya berdasarkan Evangelii Gaudium dan Laudato Si‘ yang diajarkan Paus Fransiskus. Bagi para orang Katolik pada umumnya dan para biarawati pada khususnya, sumber sukacita Injil pertama-tama adalah Yesus Kristus. Itulah sebabnya, saya mengajak para Suster untuk menjumpai Kristus atau minimal biarlah Kristus menjumpai mereka dalam retret itu dan pada hari-hari selanjutnya sesudah retret! 

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Itulah inti hari pertama yang kutempatkan dalam konteks spiritualitas PiKo (Pimpinan Komunitas). Gereja sebagai Ibu yang merangkul, melindungi dan mengasihi anggotanya. Bahkan yang sedang terluka sekalipun.

Di hari kedua, sesudah Misa pagi, saya mengantar para peserta melakukan outing dengan berkunjung ke Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah Salatiga. Rombongan disambut Nyai Hajah Latifah Zoemri, KH Maksum sebagai para pengasuh PPTI Al Falah, para guru dan santri dengan sukacita. Sesudah itu kami singgah di Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA) untuk berdoa dan memohon restu Bunda Maria Asumpta. Kemudian, kami melanjutkan petjalanan ke Vihara Buddhagaya Watu Gong Semarang. Pulang dari Watugong, kami mampir ke Masjid Al Mabrur Kabupaten Semarang. Itulah outing silaturahim interreligius. 

Malamnya, saya memperkaya dengan sejumlah tayangan dokumenter interreligius yang selama ini saya hayati bersama banyak pihak dalam rangka sukacita Injil dalam keberagaman. Semua itu bersumber dari spirit tinggal dalam kasih Kristus maka berbuah berlimpah laksana ranting yang selalu nempel pada Sang Pokok Anggur.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Hari ketiga, sesudah Misa pagi, saya menghadirkan dua penari Sufi (Candra dan Rizki) dan Setyawan Budy sebagai Koordinator Pelita. Mereka sharing tarian dan pengalaman. Semua indah dan indah. Retret ditutup dengan perutusan dan berbagi berkat: cara pandang bening saling berbagi berkat di antara peserta. Dah itu aja catatan saya. 

Begitulah, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 23/5/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1868161401077411?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.