Inspiration

Peradaban Kasih Ekologis: Spiritualitas Kristiani & Ekologis Dasar Pertobatan Ekologis (2)

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Saat ini, saya sedang terinspirasi dan termotivasi untuk merenungkan paradigma baru tentang praksis peradaban kasih ekologis dalam corak ekumenis-interreligius sebagai buah pertobatan ekologis. Namun untuk sampai ke sana, perlulah dilewati tahap ini, yakni pentingnya pertobatan ekologis yang berlandaskan spiritualitas Kristiani dan ekologis. Bagaimanakah?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Titik pijaknya adalah fakta terjadinya krisis ekologi yang terjadi secara – meminjam terminologi politik pilpres 2019 – “TSM” (terstruktur, sistematis dan masif). Inspirasinya adalah seruan profetik Paus Fransiskus dalam Laudato Si’ agar kita melakukan pertobatan ekologis (LS, Bab III No. 216-221). 

Begini Paus Fransiskus mengingatkan kita semua. Mari kita lihat teks selengkapnya. Nomor demi nomor terkait pertobatan ekologis. Dalam LS 216, Paus Fransiskus menulis sebagai berikut.

“Harta kekayaan spiritualitas Kristen, hasil dua puluh abad pengalaman pribadi dan komunal, memberi sumbangan indah kepada upaya untuk memperbaharui kemanusiaan. Saya ingin menawarkan kepada umat kristiani suatu kerangka spiritualitas ekologis yang berakar dalam keyakinan iman kita, karena apa yang diajarkan Injil kepada kita, memiliki konsekuensi untuk cara kita berpikir, berperasaan, dan hidup. Yang penting bukanlah berbicara tentang ide-ide, tetapi terutama tentang motivasi yang lahir dari spiritualitas, dan menumbuhkan semangat pelestarian dunia. Tidak akan mungkin melibatkan diri dalam hal-hal besar hanya dengan doktrin, tanpa mistik yang mendorong kita, atau tanpa “dorongan batiniah yang mendorong, memotivasi, menyemangati dan memberikan makna kepada kegiatan individu dan komunal kita”. Kita harus mengakui bahwa kita, orang Kristen, tidak selalu menyerap dan mengembangkan kekayaan yang Allah berikan kepada Gereja, di mana kehidupan rohani tidak terpisah dari tubuh kita sendiri, atau dari alam, atau dari realitas dunia ini, tetapi justru dihayati bersamanya dan di dalamnya, dalam persekutuan dengan semua yang mengelilingi kita.” 

Nah, Paus Fransiskus menempatkan pertobatan ekologis dalam kerangka spiritualitas Kristiani. Kerangka spiritualitas Kristiani itu dihubungkan dengan kerangka spiritualitas ekologis. Pertobatan ekologis bukan soal ide atau kata-kata melainkan soal sikap, cara berpikir, berperasaan, dan hidup. Sikap ini bukan soal diri sendiri melainkan juga dalam kebersamaan persekutuan dengan semua orang.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih ekologis!***

Kebon Dalem, 26/5/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Laudato Si’ No. 216.

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1787067633800341?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.