Inspiration

Doa Imamat Kristus Sebagai Imam, Altar dan Kurban demi Kasih kepada Bapa dan Manusia!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi bahwa saat Yesus yang tertinggi telah tiba dalam Doa Imamat-Nya ketika Yesus sekaligus sebagai Imam, Altar dan Kurban. Bagaimanakah?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Dasarnya dari Yohanes 17:1-11. Inilah bacaan Injil hari ini. Mari kita baca terlebih dahulu.

Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah AnakMu, supaya AnakMu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepadaNya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepadaNya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepadaKu untuk melakukannya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku padaMu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadiratMu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan namaMu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepadaKu dari dunia. Mereka itu milikMu dan Engkau telah memberikan mereka kepadaKu dan mereka telah menuruti firmanMu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepadaKu itu berasal dari padaMu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepadaKu telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari padaMu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepadaKu, sebab mereka adalah milikMu dan segala milikKu adalah milikMu dan milikMu adalah milikKu, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepadaMu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. (Yohanes 17:1-11)

Ketika Yesus mengantisipasi kepedihan-Nya akan cinta yang memberi Diri-Nya sendiri demi keselamatan, Kristus tidak memikirkan Diri-Nya sendiri. Hati-Nya tertuju kepada satu-satunya cinta, yang dipersembahkan demi kemuliaan Bapa. Itulah alasan keberadaan-Nya di dunia seperti diwartakan dalam Yohanes 3:16: Karena begitu besar kasih Allah kepada dunia hingga mengutus Putra-Nya Yang Tunggal menjadi manusia agar setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

. Pada saat yang sama, kasih yang tak terkalahkan itu untuk Bapa juga tertuju dan mencakup semua orang yang dipercayakan Bapa kepada-Nya. Kristus meninggalkan para pengikut-Nya warisan yang akan tetap menjadi sumber kepercayaan terbesar mereka sepanjang masa: Doa Imamat-Nya. 

Dalam hal ini, Kristus mengajar kita bagaimana berdoa. Kristus berdoa lebih dulu agar Bapa-Nya dimuliakan dengan memuliakan Sang Putra dalam pengorbanan-Nya di atas kayu salib. Di sanalah, Yesus Kristus menghayati Doa Imamat-Nya dalam tiga hal sekaligus yakni sebagai Imam, Altar dan Kurban!

Referensi pihak ketiga

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Belikrejo-Gambiranom, 4/6/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Bacaan Liturgi 04 Juni 2019 Hari Biasa Pekan Paskah VII PW S. Karolus Lwanga dna teman-temannya, Martir Bacaan Injil Yohanes 16:29-33

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1327083777231231?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.