Inspiration

Peradaban Kasih Ekologis, Buah Pertobatan Ekologis, Tinggalkan Cara Hidup Konsumtif! (10)

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah kelanjutan inspirasi tentang pertobatan ekologis dari Laudato Si’ (LS) yang ditulis Paus Fransiskus. Pertobatan ekologis di tengah arus konsumerisme dapat diwujudkan melalui gaya hidup baru yang disebut melawan egoisme kolektif.

Referensi pihak ketiga

Caranya? Tinggalkan cara hidup konsumtif! Bagaimana persisnya? Mari kita baca yang ditulis oleh Paus Fransiskus dalam LS 204.

“Situasi dunia saat ini “membangkitkan rasa ketidakpastian dan ketidakamanan, yang pada gilirannya, mendorong aneka bentuk egoisme kolektif ”.​ Ketika orang menjadi terpusat pada dirinya dan menutup diri dalam pikirannya sendiri, keserakahan mereka meningkat. Semakin kosong hati orang, semakin besar kebutuhannya pada barang untuk dibeli, dimiliki, dan dikonsumsi. Dalam konteks ini, tampaknya mustahil seseorang menerima kenyataan menetapkan batas-batas baginya. Dalam cakrawala ini, kepekaan sejati terhadap kesejahteraan umum juga tidak muncul. Jika sikap subjektif semacam ini makin dominan dalam sebuah masyarakat, norma akan dihormati ​​hanya sejauh tak bertentangan dengan kebutuhan pribadi. Karena itu kita tidak hanya memikirkan gejala cuaca ekstrem atau bencana alam yang besar, tetapi juga aneka bencana akibat krisis sosial, karena obsesi gaya hidup konsumtif hanya bisa menimbulkan kekerasan yang saling menghancurkan, terutama ketika hanya sedikit orang dapat menikmati gaya hidup itu.” (LS 204)

Egoisme kolektif muncul saat semua orang dan siapa saja tak lagi perduli pada sesama dan semesta alam karena terpusat pada dirinya sendiri lalu menutup diri dalam sikap serakah yang kian hebat. Akar konsumerisme adalah keserakahan yang merupakan kekosongan hati dan jiwa.

Semakin kosong hati orang, semakin besar kebutuhannya pada barang untuk dibeli, dimiliki, dan dikonsumsi.” Obsesi gaya hidup konsumtif seperti ini berbahaya dalam rangka krisis ekologis bahkan ketidakadilan sosial.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih ekologis.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 13/6/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Laudato Si artikel 203

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2056989417261619?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.