Inspiration

Praksis Peradaban Kasih, Buah Pertobatan Ekologis: Tidak Bersikap Konsumeristis (9)

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah kelanjutan inspirasi tentang pertobatan ekologis dari Laudato Si’ (LS) yang ditulis Paus Fransiskus. Pertobatan ekologis menginspirasi siapa saja untuk membangun gaya hidup baru yang ekologis. Menurut Paus Fransiskus, gaya hidup baru itu antara lain ditandai dengan tidak bersikap konsumeristis.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana hal ini dijelaskan? Kutipan LS 203 memberikan paradigma bagi kita. Inilah kutipannya.

“Karena pasar dalam upaya untuk menjual produknya cenderung untuk membangkitkan dorongan konsumerisme yang tak tertahan, orang akhirnya terjebak ​​dalam lingkaran pembelian dan pembelanjaan yang tidak perlu. Dorongan kuat mengonsumsi mencerminkan paradigma tekno-ekonomi dalam kehidupan orang. Di sini terjadi apa yang dikatakan Romano Guardini: manusia “menerima …barang praktis dan gaya hidup, seperti yang didesakkan kepadanya oleh rancangan rasional dan produksi mesin yang standar, dan ia umumnya melakukan itu dengan perasaan bahwa semuanya itu sudah wajar dan benar”. Paradigma itu membuat orang percaya bahwa mereka bebas, selama mereka punya apa yang disebut kebebasan untuk mengonsumsi. Padahal yang sesungguhnya memegang kebebasan adalah minoritas penguasa ekonomis dan finansial. Dalam ambiguitas ini, manusia postmodern belum menemukan citra diri yang baru, yang dapat mengarahkan hidupnya; dan kurangnya ​​identitas ini menjadi pangkal kecemasan. Kita memiliki terlalu banyak sarana untuk tujuan yang sedikit dan lemah.” (LS 203)

Produksi dan pasar memberi ruang bagi terciptanya godaan untuk bersikap konsumeristis. Dorongan bersikap konsumeristis yang tak terbendung membuat orang terjebak dalam lingkaran konsumerisme. Sikap konsumeristis seperti ini menjadi salah satu bahaya bagi keserakahan yang berujung pada kerusakan alam semesta dan lingkungan hidup.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih ekologis.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 12/6/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Laudato Si artikel 203

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3915807164419542?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.