Inspiration

Awas! Jangan Pernah Memendam Dendam, Apalagi Hendak Membalaskannya, Jangan!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Sabda Yesus ini sungguh relevan dan signifikan di jaman ini, saat sekarang ini. Mari kita baca dan renungkan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

“Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. (Mateus 5:20-25)

Sabda ini mungkin membuat kita terguncang! Yesus memberi kita pandangan yang luar biasa tentang hati Allah. Esensi Allah adalah kesatuan cinta – tiga pribadi, satu kodrat dalam Allah Yang Esa Tritunggal Maha Kudus.

Kita diciptakan menurut gambar Allah, dan kita dibuat untuk hidup selamanya dalam persatuan dengan Allah. Demikian pula saudari-saudara kita. Jika kita telah melakukan sesuatu untuk melukai persatuan cinta dengan orang-orang di sekitar kita, maka kita harus memperbaiki pelanggaran itu. Sangat penting bagi Tuhan dan sangat penting bagi kita sehingga Tuhan tidak akan menerima “persembahan” kita jika kita secara sadar melukai persatuan dengan mereka yang ada di sekitar kita.

Maka, jangan melukai tetapi juga jangam menyimpan dendam apalagi hasrat melampiaskannya, jangan! Bawalah hubungan-hubungan yang sangat sulit itu untuk didoakan, dan tariklah kekuatan dari Tuhan untuk mengasihi sebagaimana seharusnya. Dia tidak akan meminta kebajikan dan kemudian menolak rahmat-Nya hingga kita mewujudkannya dalam kehidupan kita bersama, tanpa diskriminasi!

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.**

JoharT Wurlirang, 13/6/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Bacaan Liturgi 13 Juni 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa X PW S. Antonius dari Padua, Imam dan Pujangga Gereja Bacaan Injil Mateus 5:20-26

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1566495296752377?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.