Inspiration

Praksis Peradaban Kasih, Buah Pertobatan Ekologis dan Pentingnya Sikap Masyarakat (12)

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Berikut adalah kelanjutan refleksi berdasarkan Laudato Si (LS) terkait dengan pertobatan ekologis. Kali ini, refleksi didasarkan pada LS 206. Begini teks selengkapnya. Mari kita baca.

Referensi pihak ketiga

“Perubahan gaya hidup bisa membawa tekanan yang sehat pada mereka yang memegang kekuasaan politis, ekonomis dan sosial. Inilah yang terjadi ketika gerakan-gerakan konsumen berhasil membuat orang memboikot produk tertentu; dengan demikian mereka menjadi efektif dalam mengubah perilaku perusahaan, memaksakannya untuk mempertimbangkan dampak ekologis dan pola produksinya. Ketika sikap masyarakat berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan, mereka ini dipaksa untuk mengubah pola produksinya. Ini mengingatkan kita akan tanggung jawab sosial para konsumen: “Membeli bukan hanya tindakan ekonomis tetapi selalu tindakan moral”.​ Kini “masalah kerusakan lingkungan menantang kita memeriksa gaya hidup masing-masing”. (LS 206)

Dalam kutipan tersebut tampak beberapa hal yang bisa dicermati. Pertama-tama, pertobatan ekologis bisa diungkapkan dengan cara memeriksa gaya hidup masing-masing berangkat dari fakta terjadinya kerusakan lingkungan hidup.

Selanjutnya, perubahan gaya hidup yang lebih ekologis dapat tertuju pada siapa saja yang memegang kekuasaan politis, ekonomis dan sosial. Harapannya adalah bahwa mereka yang memegang kekuasaan politis, ekonomis dan sosial mau terbuka mata, hati, dan pikiran untuk mendengarkan desakan yang disampaikan oleh masyarakat terkait dengan fakta kerusakan lingkungan hidup. Paus Fransiskus menegaskan bahwa hal ini merupakan sesuatu yang sehat.

Akhirnya, disebutkan dalam LS 206 contoh-contoh daya kekuatan desakan masyarakat terhadap pemegang kekuasaan politis, ekonomis dan sosial. Misalnya, gerakan-gerakan konsumen berhasil membuat orang memboikot produk tertentu yang efektif dalam mengubah perilaku perusahaan. Boikot produk bisa memaksakan perusahaan untuk mempertimbangkan dampak ekologis dan pola produksinya. Menurut LS 206, hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial para konsumen bahwa membeli bukan hanya tindakan ekonomis tetapi juga selalu tindakan moral. Tindakan moral itu penting dalam rangka pertobatan ekologis demi keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih ekologis.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 18/6/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Laudato Si artikel 206

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3083986701745814?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.