Inspiration

Jalan Sempit dan Pintu Sesak Menuju Keselamatan!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, “Masuklah melalui pintu yang sempit itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang telah masuk melalui pintu dan jalan itu. Tetapi sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kehidupan, dan sedikitlah orang yang menemukannya.” Apa maknanya?

Referensi pihak ketiga

Kita bisa berpikir bahwa segala sesuatu tentang kehidupan harus mudah dalam apa saja. Tapi lalu mengabaikab disiplin diri, atau bahkan keselamatan kita.

Ilustrasi dan ilusi kemudahan seharusnya tidak menipu kita. Mau makan ada gofood (tapi ada “gosuap” ndak ya hehe). Mau pergi ada gojek. Mau belanja tinggal klik online. Beres. 

Referensi pihak ketiga

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Bekerja menuju keselamatan itu adalah kerja keras. Kita ibarat menempuh jalan sempit dan pintu sesak! Dosa asal meninggalkan bekas yang dalam pada kita semua. Berjuang menuju keselamatan membutuhkan doa, pengorbanan, dan kewaspadaan yang konstan. 

Apakah saya merasakan bahwa kehidupan iman saya di dunia sekarang ini mudah-mudah saja? Jika demikian, jangan-jangan saya sedang tidak hidup dengan baik karena saya menghindari jalan sempit dan pintu sesak kekudusan!

Referensi pihak ketiga

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 25/6/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Bacaan Liturgi 25 Juni 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XII Bacaan Injil Mateus 7:6.12-14

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2593224842955358?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.