Inspiration

Praksis Peradaban Kasih Ekologis, Buah Pertobatan Ekologis (19)

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Mari kita lanjutkan proses pembacaan kita terhadap Laudato Si’ (LS) yang disampaikan oleh Paus Fransiskus. Kita membaca LS dalam perspektif peradaban kasih ekologis sebagai buah pertobatan ekologis.

Referensi pihak ketiga

Dalam LS 21​4​, Paus Fransiskus menulis tentang pendidikan ekologis. Mari kita baca teks selengkapnya.

“Dunia politik dan berbagai kelompok masyarakat lainnya harus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Demikian juga Gereja. Semua komunitas Kristen harus memainkan peran penting dalam pendidikan ini. Saya juga berharap bahwa di seminari dan di rumah pendidikan hidup bakti, diberi pendidikan untuk mengadakan penghematan yang bertanggung jawab, untuk kontemplasi dunia dengan penuh rasa syukur, dan untuk melindungi kerapuhan orang miskin serta lingkungan. Mengingat pentingnya apa yang dipertaruhkan, kita membutuhkan lembaga-lembaga yang berwenang untuk menghukum orang yang merusakkan lingkungan, tetapi perlu juga kita saling memantau dan saling mendidik.” (LS 21​4​)

Pendidikan ekologis di tengah masyarakat harus diupayakan pula bagi warga masyarakat pada umumnya. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kelestarian lingkungan hidup dan keutuhan ciptaan harus terus-menerus diupayakan. Ini adalah tugas politisi. Dunia politik erat terkait dengan masalah ekologis.

Referensi pihak ketiga

Hal yang sama juga merupakan tanggungjawab Gereja. Maka, semua komunitas Kristen apa pun denominasinya harus berperan penting dalam pendidikan ekologis ini. Bahkan, Paus Fransiskus juga berharap bahwa di seminari dan di rumah pendidikan hidup bakti pun diberi pendidikan ekologis. Antara lain disebutkan, mereka harus mengadakan penghematan yang bertanggung jawab, melakukan kontemplasi dunia dengan penuh rasa syukur, dan melindungi kerapuhan orang miskin serta lingkungan. 

Sedemikian pentingnya pendidikan ekologis ini, maka kita juga membutuhkan lembaga-lembaga yang berwenang untuk menghukum orang yang merusakkan lingkungan. Artinya, sikap tegas pemerintah dan lembaga hukum bagi siapa saja yang melanggar aturan ekologis yang merusak alam semesta harus ditindak secara tegas secara hukum. Karena itu, warga masyarakat harus dan perlu untuk saling memantau dan saling mendidik secara bersama.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana hal-hal ini sudah kita jalankan dalam kehidupan kita?

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih ekologis.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 5/7/2019 

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Laudato Si artikel 214

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1886099074592564?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.