Inspiration

Tetap Setia dan Taat Beriman Meski Menghadapi dan Mengalami Penganiayaan, Mengapa?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Mari kita perhatikan ayat-ayat Sabda Kristus ini. Apa maknanya?

Referensi pihak ketiga

Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan BapaKu yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang di sorga.” (Mateus 10:28,32-33)

Sejak awal mula Yesus mempersiapkan karya-Nya dalam doa dan puasa di padang gurun, Iblis sudah menggoda dan melawan Yesus. Iblis tak mampu melihat hal baik dalam diri Yesus selain untuk kepentingan dirinya sendiri namun Yesus mampu mengalahkan godaan Iblis.

Sifat-sifat Iblis juga mewarnai mereka yang melawan Yesus di kemudian hari. Entah ketidaktahuan atau kekerasan hati menghalangi mereka untuk melihat yang baik dalam Yesus Kristus. 

Referensi pihak ketiga

Perlawanan kepada-Nya terus berlanjut hingga hari ini. Hanya sekarang, perlawanan juga tertuju pada para pengikut-Nya yang akan menerima beban serangan paling berat. 

Itulah sebabnya, Yesus Kristus memperingatkan bahwa para pengikut-Nya akan dicaci maki, dihina dan dianiaya sama seperti Dia sendiri sudah mengalaminya. Dewasa ini, perlawanan terjadi dalam bentuk serangan terhadap Gereja yang dicap “kolot” karena sikap pro-kehidupan, atau “tidak toleran” karena kita berpegang teguh pada kebenaran moral.

Dalam sejarah Gereja, penganiayaan menggarisbawahi keaslian iman kita. Jika kita tidak pernah menghadapi pertentangan apa pun, kita mungkin tidak menjalankan iman dengan cukup baik atau cukup terbuka. Bagaimana kita menerima, menghadapi dan menangelola tiap penganiayaan karena iman kita di zaman now?

Referensi pihak ketiga

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 13/7/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 13 Juli 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XIV Mateus 10:24-33

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1379290107480350?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.