Inspiration

Diberkati Tuhan Secara Lebih, Maka Juga Dituntut Tanggung Jawab Lebih, Mengapa?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Injil yang dibacakan dan direnungkan pada hari ini mungkin membuat kita heran. Mengapa Yesus mengecam kota-kota yang meski di situ Yesus membuat banyak mukjizat namun penduduknya tak juga percaya kepada-Nya? Apa jawabannya? 

Referensi pihak ketiga

Pertama, mari kita baca teks selengkapnya. Kedua, sesudah itu kita resapkan maknanya sebagai jawabannya.

Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizatNya: “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.” (Mateus 11:20-24)

Mari kita baca teks ini dalam konteks Sinoptik. Kita pinjam kutipan dari Lukas. Yesus bersabda, “Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.” (Lukas 12:48)

Referensi pihak ketiga

Dengan diberi banyak berkat, maka tingkat tanggung jawab juga meningkat. Mukjizat yang dikerjakan Yesus di kota-kota yang dikecam Yesus ini tidak terjadi di tempat lain. Karena itu, mereka yang melihat dan mengalami mukjizat memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada mereka yang tidak melihatnya. 

Yesus mencela mereka untuk membangunkan mereka dari kebodohan mereka. Karena mukjizat belum membuat mereka memiliki iman yang lebih mendalam, maka Yesus mengingatkan, bahwa mereka suatu hari akan bertanggung jawab kepada-Nya. 

Bagaimanakah kita menanggapi rahmat Tuhan dalam hidup kita? Apakah setiap kebaikan Tuhan yang kita alami juga menumbuhkan iman yang semakin mendalam, apa pun agama dan kepercayaan kita?

Referensi pihak ketiga

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 16/7/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 16 Juli 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XV Mateus 11:20-24

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4266553334401996?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.