Inspiration

Hari Begini Masih Berpikir Dipanggil untuk Melayani? Kenapa Tidak, Gitu Loh!

Referensi pihak ketiga

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Mungkin kata pelayanan dan melayani tidak lagi dihiraukan banyak orang sekarang ini. Ketika segala sesuatu diukur dengan uang, prestise, dan kekuasaan; masih relevan dan signifikankah bicara dan berpikir tentang pelayanan? 

Loh, memangnya kenapa. gitu loh! Pelayanan dan melayani selalu abadi. Dari dulu, sekarang dan selama-lamanya, pelayanan dan melayani itu tetap penting dan bahkan harus kian digemakan. Jangan sampai orang justru terjebak dalam lingkaran hedonisme dan materialisme di tengah kemajuan jaman yang konon kini terjadi pergerakan era industry 4.0 menuju society 5.0. Meski keduanya di aras yang serupa namun, baiklah kita tetap berpijak pada kearifan rohani universal pelayanan.

Referensi pihak ketiga

Memang, kita mengalami bahwa dalam era Katolik di mana frasa-frasa rohani seperti “dipanggil untuk melayani” telah digunakan secara berlebihan hingga menjadi klise, kita berisiko lupa bagaimana pelayanan adalah utama bagi kehidupan Kristiani bahkan semua agama dan budaya seluas dunia sepanjang masa. Benar bahwa risalah hidup kita dikonsumsi dalam lanskap yang tak berkesudahan dari hal-hal yang penting dan mendesak untuk dilakukan. Namun, tidaklak salah bila dikatakan bahwa di tengah-tengah semua ini kita benar-benar kehilangan sejumlah peluang untuk melayani? 

Kita dipanggil untuk melayani, ya! Dan ketika bahasa-bahasa pelayanan dikesampingkan dan dianggap usang, tetaplah pelayanan dan melayani itu signifikan dan relevan. Karenanya, jangan pernah kehilangan semangat untuk melayani dan terlibat dalam pelayanan, apa pun bentuknya dan di mana pun serta dengan cara apa pun demi mempersembahkan bakat dan kemapuan kita bagi bangsa, sesama manusia dan semesta alam.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Johart Wurlirang, 25/7/2019 »̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 25 Juli 2019 Pesta S. Yakobus, Rasul Bacaan Injil​ ​Mateus 20:20-28

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1452717537686757?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.