Inspiration

Kebaikan di Antara Kejahatan, Lalu Harus Bagaimana? Laksana Baptisan di Tengah Dosa Asal?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Bacaan Injil hari ini menarik dan memberi inspirasi dalam menimbang-nimbang kejahatan dan kebaikan! Mari kita baca selengkapnya.

Referensi pihak ketiga

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kataNya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.” (Mateus 13:24-30)

Tuhan, telah memberi kita karunia Baptisan dan menjadi putra Bapa. “Baptisan adalah karunia Allah yang paling indah dan luar biasa bagi yang percaya!” (Bdk. Katekismus Gereja Katolik, 1216). Hadiah yang Bapa berikan kepada kita ini adalah sesuatu yang pastinya tidak pantas kita terima, namun Bapa tetap menganugerahkan kepada kita.

Referensi pihak ketiga

Sebagai manusia, kita dilahirkan dalam dosa asal, namun, karena kebaikan dan kemurahan Bapa dalam Yesus Kristus yang tak terbatas. Bapa telah memilih kita untuk Kerajaan Surga. 

Melalui Sakramen Pembaptisan yang memberi kehidupan, Bapa Surgawi telah mengambil hidup kita yang laksana padang gurun tandus agar bertumbuh, berkembang dan berbuah. Bapa telah menaburkan gandum di dalam diri kita sehingga dapat menghasilkan buah berlimpah. Mari terus bertahan dalam kebaikan meski kadang godaan dan kejahatan ditaburkan dalam hidup kita.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Gua Maria Kerep Ambarawa, 27/7/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 27 Juli 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XVI Bacaan Injil Mateus 13:24-30

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1424445850554884?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.