Inspiration

Melihat, Mendengar, Merawat dan Melaksanakan dengan Bahagia!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Merenungkan bacaan hari ini membuat saya teringat akan perumpamaan tentang Sang Penabur Benih dan tanggapan yang ada. 

Referensi pihak ketiga

Ketika kita mendengar Firman Tuhan, niat baik bertumbuh membuncah di dalam diri kita. Namun waspadalah, si jahat berusaha untuk merampas niat ini dari hati kita. Maka, kita harus membuat komitmen yang kuat untuk memungkinkan Firman Tuhan berakar dan tumbuh dalam hidup kita.

Benih yang ditaburkan di tanah berbatu melambangkan orang-orang yang menerima kata itu dengan sukacita pada awalnya; dengan kata lain, itu mudah diatur oleh emosi dan perasaan. Ketika mereka merasakan sukacita, mereka merespons Tuhan secara positif. Ketika mereka menerima penghiburan dari Kristus, mereka siap untuk mengikuti Dia. Tetapi ketika suasana hati mereka buruk atau suram, mereka mengesampingkan resolusi mereka sebelumnya dan meninggalkan Tuhan untuk jalan kemudahan dan kenyamanan sesaat. Mereka tidak mencari Kristus melainkan hiburan sesaat. Yang terpenting, mereka menginginkan perasaan hangat dan nyaman. Kristus menunjukkan kepada kita jalan kesetiaan dan cinta sejati melalui penyaliban dan kematian-Nya di kayu salib untuk cinta Bapa dan kita serta semesta.

Referensi pihak ketiga

Salah satu kategori orang yang paling menyedihkan dalam Perumpamaan tentang Penabur adalah mereka yang menerima kata tetapi membiarkan “kecemasan duniawi dan iming-iming kekayaan” “mencekik dirinya” sehingga “tidak berbuah”. Dalam hidup mereka, materialisme adalah godaan yang meluas di dunia kita saat ini. Satu-satunya cara untuk menaklukkan serangan ini pada iman kita adalah membuat resolusi tegas untuk meluangkan waktu bagi Tuhan. Kita harus membuat keputusan proaktif untuk selalu berpegang pada kasih-Nya.

Nah, pada saat itulah kebenaran sabda ini terbukti dan kita rasakan dalam hidup kita. “Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. (Mateus 13:16-17)

Referensi pihak ketiga

St. Yoakim, St. Anna, St. Perawan Maria adalah contoh nyata. Bagaimana menurutmu? Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Johart Wurlirang, 26/7/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Refleksi pribadi berdasarkan Hari Biasa, Pekan Biasa XVI PW S. Yoakim dan Ana, Orangtua SP Maria Bacaan Injil Mateus 13:16-17

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1207128322112439?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.