Inspiration

Dia Tak Mau Makan Nasi, Aneh Namun Asyik, Penasaran? Bacalah Kisah Nyata Ini!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Hari Jumat (2/8/2019), saya sedang mengikuti Rapat The Soegijapranata Istitute Unika Soegijapranata Semarang bersama Thomas Budi, Ferijani dan Yoga; tiba-tiba ada seorang Bapak datang. Ia tampak bingung mencari kamar mandi. Mas Yoga mengantarkannya.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

“Siapa Romo?” “Wah saya tidak kenal! Mungkin yang biasa cari rumput di sebelah. Tapi saya lupa namanya!”

Agak lama Bapak itu di toilet. Mungkin mandi. Mungkin buang air besar. Atas seijin Mbak Ferijani, saya bermaksud memberikan sayi dos nasi yang juga kami santap siang itu saat rapat. Kebetulan masih ada stok.

Saya bermaksud memberikan kepadanya. Ternyata, Namanya Mbah Abdul Manan. Usia 78 tahun. Tiba-tiba datang ke pastoran JoharT Wurlirang. Kami tidak saling kenal. Saat saya tawari makan, tadi, beliau menolak. “Saya tidak makan nasi. Kalau singkong, saya mau!” “Kopi?” “Tidak! Air putih saja!”

Lalu dia menawarkan diri memijat saya. Pas badan saya juga lagi ndak enak. Tawarannya saya terima sesudah tanya bayarnya berapa. Usai memijat, kupersembahkan padanya haknya, tiga kali lipat dari yang dia minta.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Sehat selalu Mbah Abdul Manan! Konon mengaku dari Cilacap. Saya percaya. Sebab sepanjang mijat saya, dia selalu bicara dengan logat Banyumasan, yang bahkan kadang tidak saya mengerti.

“Kok orang-orang menyapa Bapak ‘Romo’. Itu Romo Kiai apa Romo Pastur?” Tanya Mbak Manan saat memijat saya. “Saya Romo Pastur yang bersahabat dengan banyak Romo Kiai!” Jawab saya.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

“Masya Allah. Alhamdulillah! Saya berjumpa dengan yang dikasihi Yang Maha Kuasa! Bahkan saya boleh ngalap berkat dari Romo Pastur dengan memijat ini!” Sahutnya. Saat itu saya baru tahu mengapa dia tidak mau makan? Ternyata dia sedang menjalani puasa mutih, seumur hidup. Sepanjang mijat dia bicara dari soal nelayan sampai kekuasaan, dari Jokowi sampai Prabowo, dari soal lombok hingga “Yang Mengecat Lombok!”

Begitulah, perjumpaan kami. Seusai memijat, Mbah Manan minta direkam sebab mau bicara sesuatu yang disebutnya ngelmu. Maka saya rekam saja dengan video ini.

Orisinil – Akun Aloys Budi Purnomo

Bagaimana menurutmu? Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 2/8/2019 

 »̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Refleksi pribadi berdasarkan pengalaman bersama Mbah Abdul Manan 

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3770143073788259?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.