Inspiration

Mengasihi Tuhan Allah, Sesama dan Semesta Tanpa Sikap Tamak dan Serakah, Bagaimana?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Yesus telah memanggil kita untuk mengasihi Tuhan, Allah dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap kekuatan kita, dan dengan segenap akal budi.

Referensi pihak ketiga

Tetapi kita hanya memiliki satu hati, satu jiwa, satu kehendak dan satu pikiran. Jika kita mencintai kekayaan materi dengan cara yang tidak teratur, maka satu hati kita, satu jiwa, akan dibagi dan ditarik ke berbagai arah secara bersamaan.

Kita tidak hanya tidak akan bisa mencintai Tuhan dengan cinta yang total, setia, dan terfokus, tetapi kita juga tidak akan bisa mencintai siapa pun dengan cara ini. Tidak peduli siapa yang kita cintai, cinta kita akan selalu dilemahkan dan diencerkan oleh hati yang terbagi.

Referensi pihak ketiga

Maka, tidak mudah bukan menghayati sabda: Kasihilah Tuhan Allahmu, sesama dan semesta alam? Tentu, kasih kepada Tuhan Allah itu tidak abstrak tetapi justru tampak dalam cara kita mengasihi sesama dan semesta, bukan dengan cara tamak dan serakah melainkan dengan kemurahan hati dan pengampunan. Berani mencoba?

Bagaimana menurutmu? Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Referensi pihak ketiga

JoharT Wurlirang, 04/8/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 04 Agustus 2019 Hari Mingg Biasa XVIII Bacaan Injil Lukas 12:13-21

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4183148634998911?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.